Gerindrasumut.id | Padangsidempuan Selasa 9 Juni 2026 – Komitmen Pemerintah Kota Padangsidimpuan dalam menghadirkan pelayanan publik dan pembangunan yang merata hingga ke wilayah terpencil terus diwujudkan melalui berbagai langkah strategis. Salah satu fokus perhatian saat ini diarahkan kepada masyarakat Dusun Sibulu Tolang, Kelurahan Sihitang, yang selama bertahun-tahun menghadapi berbagai keterbatasan akibat minimnya akses menuju wilayah tersebut.
Terletak di kawasan perbukitan dengan kondisi medan yang cukup terjal, masyarakat Sibulu Tolang menghadapi tantangan aksesibilitas yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Sebagai bentuk upaya untuk mendekatkan layanan pendidikan kepada anak-anak di wilayah tersebut, masyarakat secara swadaya membangun sebuah bangunan sederhana yang kemudian dimanfaatkan sebagai kelas jauh SD Negeri 200508.
Menurut keterangan Fofogo Waruwu, guru SDN 200508 sekaligus warga Dusun Sibulu Tolang, bangunan tersebut merupakan hasil gotong royong masyarakat dan bukan merupakan aset Pemerintah Kota Padangsidimpuan. Keberadaannya menjadi solusi sementara guna memastikan anak-anak tetap dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa harus menempuh perjalanan yang sulit menuju sekolah induk.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, menegaskan bahwa Pemerintah Kota tidak memandang persoalan Sibulu Tolang semata dari aspek pendidikan, melainkan sebagai bagian dari tantangan pembangunan yang memerlukan penanganan terpadu, terencana, dan berkelanjutan.
Atas arahan Wali Kota, Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan telah melaksanakan survei lapangan terpadu guna mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara komprehensif serta menyusun langkah penanganan yang tepat sasaran.
Hasil survei tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program prioritas yang mencakup pembukaan akses jalan menuju Sibulu Tolang, penyediaan sarana pendidikan yang lebih layak dan mudah dijangkau, verifikasi administrasi kependudukan masyarakat, serta penelaahan status dan legalitas lahan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan jangka panjang.
Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, menegaskan bahwa setiap anak di Kota Padangsidimpuan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala oleh kondisi geografis maupun keterbatasan infrastruktur.
“Anak-anak di Sibulu Tolang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Karena itu, pemerintah tidak hanya memikirkan pembangunan ruang belajar, tetapi juga akses jalan, administrasi kependudukan, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. Kami ingin menghadirkan solusi yang menyeluruh dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa pembangunan yang berkeadilan harus mampu menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
“Kehadiran pemerintah tidak boleh terhalang oleh jarak maupun kondisi geografis. Setiap warga Padangsidimpuan berhak mendapatkan pelayanan yang sama. Karena itu, persoalan di Sibulu Tolang akan kami tangani secara bertahap, lintas sektor, dan dengan perencanaan yang matang agar hasilnya memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui langkah terpadu tersebut, Pemerintah Kota Padangsidimpuan berharap masyarakat Sibulu Tolang dapat merasakan manfaat yang lebih luas, tidak hanya melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan, tetapi juga melalui terbukanya akses transportasi yang lebih baik, kemudahan layanan administrasi kependudukan, serta meningkatnya peluang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padangsidimpuan untuk memastikan bahwa pembangunan dan pelayanan publik dapat dirasakan secara merata hingga ke seluruh pelosok wilayah, sehingga tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan daerah.Red
