Gerindrasumut.id | Medan Senin 5 Oktober 2026 — Keprihatinan terhadap kondisi Fahmi, seorang anak berusia 12 tahun asal Cikampak Pekan, desa aek batu. Kec. Torgamba. Kampung Jawa Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), mendapat perhatian dari sejumlah kader Partai Gerindra Labusel.
Mendapat informasi mengenai kondisi Fahmi yang disebut menjadi korban dugaan perundungan dan pengeroyokan, Anggota DPRD Labusel Fraksi Gerindra Egi Faradillah Hutagalung dan Anggota DPRD Labusel Fraksi Gerindra Zulkifli Nasution, langsung mengunjungi Fahmi dan keluarganya.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah mereka menyelesaikan kegiatan Diklat Laskar Gerindra Sumatera Utara di Sibolangit. Mendapat laporan mengenai kondisi Fahmi, mereka memilih turun langsung untuk melihat keadaan anak tersebut.
Fahmi saat ini berada di Rumah Singgah Blood For Life Foundation, Jalan Bunga Lau, Kompleks Garden Vista, Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.
Menurut informasi yang diterima, Fahmi diduga mengalami perundungan oleh sejumlah anak SMP. Dalam peristiwa tersebut, Fahmi disebut mengalami tindakan kekerasan secara bersama-sama. Fahmi juga disebut sempat melaporkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian, namun penanganan kasusnya kemudian dihentikan.

Kondisi Fahmi saat ini menjadi perhatian serius. Pihak yang mengunjungi rumah singgah menyebut kondisi fisiknya tampak jauh berbeda dibandingkan video yang pernah direkam pada Februari lalu. Berat badannya disebut mengalami penurunan, sementara pada bagian punggung terdapat banyak luka. Kondisi suaranya pun terdengar tertahan saat berkomunikasi.
Melihat kondisi tersebut, Egi, dan Zulkifli menyampaikan keprihatinan sekaligus dukungan kepada Fahmi dan keluarganya.
“Kita baru mau pulang dari Diklat Gerindra, kemudian mendapatkan laporan seperti ini. Kita langsung turun untuk melihat kondisi Fahmi dan ternyata kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar salah seorang anggota DPRD Labusel.
Mereka juga menyatakan akan memberikan perhatian dan dukungan sesuai kapasitas mereka, terutama agar Fahmi mendapatkan pendampingan dan penanganan yang diperlukan.
Kehadiran para legislator tersebut diharapkan dapat memberikan semangat kepada Fahmi dan keluarganya agar tetap kuat menghadapi kondisi yang sedang dialami.
Mereka juga menyampaikan bahwa apabila keluarga Fahmi menghadapi kendala atau membutuhkan dukungan terkait persoalan tersebut, pihaknya siap membantu dan berkoordinasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus yang dialami Fahmi menjadi perhatian karena menyangkut perlindungan anak. Penanganan terhadap dugaan kekerasan dan perundungan terhadap anak diharapkan dapat dilakukan secara serius, objektif, serta mengutamakan keselamatan dan pemulihan korban.Red
