Gerindrasumut.id | Jakarta Minggu 25 Januari 2026 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air pada Sabtu sore menjelang malam, 24 Januari 2026, usai merampungkan rangkaian kunjungan kenegaraan selama lima hari ke tiga negara. Presiden Prabowo mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia.
Kedatangan Presiden Prabowo disambut langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra, serta Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.

Menutup lawatan luar negerinya, Presiden Prabowo membawa pulang berbagai hasil konkret dan strategis yang berdampak langsung bagi perekonomian, ketahanan nasional, serta posisi Indonesia di panggung global.
Salah satu capaian utama adalah komitmen investasi di sektor maritim senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun melalui kerja sama dengan Pemerintah Inggris. Investasi ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekonomi biru nasional.
Selain itu, Indonesia akan melakukan pembangunan 1.582 kapal ikan yang seluruhnya diproduksi di dalam negeri. Program ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 600.000 tenaga kerja, sekaligus memperkuat industri perkapalan dan sektor perikanan nasional.
Di bidang pendidikan, Presiden Prabowo juga mengamankan kerja sama akademik dengan 24 universitas terbaik di Inggris Raya, khususnya dalam bidang kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pada level geopolitik, Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace (BOP) sebagai bentuk komitmen aktif dalam upaya perdamaian global, khususnya dalam pemulihan konflik di Gaza, yang saat ini menunjukkan perkembangan signifikan.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan konsep ekonomi nasional bertajuk “Prabowonomics” dalam forum World Economic Forum (WEF) yang dihadiri oleh 65 kepala negara dan lebih dari 1.000 CEO perusahaan besar dunia, menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru yang berkeadilan dan berorientasi kesejahteraan rakyat.
Lawatan tersebut turut memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Pemerintah Prancis di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, energi, hingga teknologi.
Kepulangan Presiden Prabowo dengan sederet capaian ini menegaskan arah diplomasi aktif Indonesia yang tidak hanya membangun hubungan internasional, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat dan pembangunan nasional.
Sumber : Biro pers Istana
