Politikus Gerindra Sentil Bakom RI gara-gara “Approval Rating” Prabowo Turun

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | Jakarta Senin 31 Agustus 2026 – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Gerindra Sugiat Santoso menilai Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) masih gagal membangun persepsi publik, terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dia pun mencontohkan hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo dan pemerintah berada di bawah 50 persen, padahal sejumlah indikator kuantitatif menunjukkan kinerja pemerintahan Prabowo cukup baik. “Ini menunjukkan bahwa Badan Komunikasi Pemerintah itu belum maksimal menjelaskan kepada publik, menjelaskan kepada rakyat bahwa pemerintahan Pak Prabowo Subianto sebetulnya secara kuantitatif sudah bekerja dengan sangat baik dalam konteks ekonomi, dalam konteks yang lainnya, dan sebagainya dengan ukuran-ukuran yang sangat objektif,” kata Sugiat dalam rapat kerja dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Senin (31/8/2026).

Dia pun mengaitkan kinerja Bakom RI dengan teori Noam Chomsky soal pembentukan persepsi publik dan opini masyarakat. Menurut Sugiat, Bakom RI masih kalah dengan pihak-pihak luar dalam membangun pandangan publik terhadap pemerintahan Prabowo.

Menurut Sugiat, Bakom RI seharusnya mampu menjelaskan capaian pemerintah kepada masyarakat secara lebih maksimal.

Dia pun membandingkan sejumlah indikator ekonomi Indonesia dengan kondisi ekonomi global. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama hingga triwulan kedua 2026 berada di atas 5 persen.

Misalnya, berdasarkan data dari BPS kan pertumbuhan ekonomi kita dari katakanlah di 2026, dari triwulan pertama sampai triwulan kedua ini, ini di atas 5 persen. Di atas 5 persen itu kan sebenarnya bagus,” kata dia. Sugiat mengeklaim, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi global yang disebutnya sekitar 3 persen. Dia pun mengeklaim bahwa daya beli masyarakat masih terjaga karena masih menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional. “Kalau konsumsi masyarakat adalah penyumbang terbesar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, itu artinya daya beli masyarakat masih terjaga kan?” tegas Sugiat.

Tapi opini publik tidak seperti itu. Opini publik seolah-olah ekonomi sedang sedang menuju krisis,” sambung dia.

Sugiat juga menyoroti investasi yang masuk ke Indonesia pada 2026 yang disebut telah mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun.

Menurut dia, investasi tersebut dapat menyerap banyak tenaga kerja. Namun, kondisi tersebut juga dinilai belum tecermin dalam opini publik. “Ini kan menunjukkan bahwa Badan Komunikasi Pemerintah itu kalah main dengan kelompok di luar sana dalam konteks membangun persepsi opini publik,” kata Sugiat. Dia berpandangan, ketidaksukaan atau kesukaan publik terhadap pemerintah dapat terbentuk melalui berbagai informasi yang beredar. Sugiat khawatir kinerja pemerintahan Prabowo yang dinilainya baik secara kuantitatif tidak mendapat persepsi yang adil dari masyarakat.

Karena kasihan Pak Prabowo itu diperlakukan tidak adil dalam persepsi opini publik. Kerjanya bagus tapi yang dirasakan oleh opini publik seolah-olah ini gagal semua kan. Kan kasihan Pak Prabowo. Kami tidak bisa terima seperti itu, kami Fraksi Gerindra,” tutur Sugiat. Sugiat turut menyoroti besarnya anggaran Bakom Pemerintah yang akan mencapai Rp 1,9 triliun pada 2027. Dia meminta anggaran tersebut diikuti dengan peningkatan kinerja komunikasi pemerintah kepada publik. “Kalau nanti anggaran ini di 2027 1,9 triliun, saya berharap ini digeser ke Kepala Sekretariat kan. Sampaikan nanti ke Bang Qodari, ini sudah kita kasih anggaran besar 1,9 triliun, kalau nanti di 2027 approval rating pemerintahan Pak Prabowo masih 50 persen, berarti kan gagal Bakom Pemerintah,” kata Sugiat.

Dia berharap anggaran besar tersebut dapat menghasilkan komunikasi publik yang lebih efektif dan objektif mengenai kinerja pemerintah. Apalagi, Fraksi Gerindra selama ini ikut menjelaskan kepada publik mengenai capaian pemerintah. “Ya kita pun seolah-olah mengambil tugas Bakom Pemerintah kan, menjelaskan berkali-kali ke publik bahwa faktanya tidak seperti itu,” kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto mengaku sepakat bahwa peningkatan anggaran Bakom Pemerintah harus diikuti peningkatan kinerja. “Memang kalau nanti ada peningkatan anggaran ya, Pak, itu harus seimbang,” kata Bambang dalam rapat yang sama. Oleh karena itu, Bambang memastikan bahwa masukan Sugiat akan menjadi bahan perbaikan. Sebab, Bakom RI memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan hasil survei pada 2027. “Targetnya paling tidak itu survei yang sekarang tidak begitu baik hasilnya, 2027 itu tanggung jawabnya Bakom itu sebetulnya untuk meningkatkan,” ujar Bambang.

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

IMG-20260904-WA0833
Zakiyuddin Tegaskan Pendidikan di Kota Medan Tak Boleh Lumpuh Akibat Bencana
Saya menerima silaturahmi jajaran APPSI Kabupaten Simalungun untuk membahas penguatan sinergi d
Wabup Simalungun Benny Gusman Dorong Pedagang Lokal Masuk Rantai Pasok Program MBG
Screenshot 2026-09-03 211611
Bupati Baharuddin Siagian Apresiasi Fadila, Putri Batu Bara yang Perkuat Timnas Putri U-16 Indonesia
Screenshot 2026-09-03 211218
Bupati Karo Bersama Pangdam I/BB Bahas Kesiapsiagaan Pasukan dalam Penanggulangan Erupsi Gunung Sinabung
791943092_3997955497179223_6634606346861216306_n
Resmikan Kancab Mizab Haromaen, Wabup Madina Minta Agen Travel Gunakan JHN
WhatsApp Image 2026-09-03 at 20.48
Impian Puluhan Tahun Terwujud, warga Dusun Rejo dan Abadi Tandem Hilir II Kini Nikmati Jalan Beraspal
Screenshot 2026-09-03 210028
Wali Kota Padangsidimpuan Hadiri Rapim Kadin Tabagsel 2026, Dorong Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah Perkuat Ekonomi Daerah
Screenshot 2026-09-03 135618
Wali Kota Padangsidimpuan Hadiri Rakor Awal GTRA Sumatera Utara
Screenshot 2026-09-03 135310
Wali Kota Padangsidimpuan Terima Tim BPK Sumut, Dorong Tata Kelola RSUD Semakin Efektif.
IMG-20260902-WA04851_copy_1280x853-1465147548
Pemkab Tapanuli Tengah Dorong Regulasi Pemulihan Pascabencana dan Optimalisasi PAD Sektor Kelautan
Polling