Peringatan Maulid di Pesantren Ulumul Qur’an, Sugiat Ajak Teladani Perjuangan Rasulullah

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | Langkat Sabtu 19 September 2026 – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Dalam kesempatan itu, Sugiat mengajak para santri dan masyarakat untuk menjadikan perjuangan serta akhlak Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Sugiat mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut, menurutnya, harus menjadi pengingat untuk kembali melihat bagaimana Rasulullah SAW menjalani perjuangan dakwah dengan penuh kesabaran, keteguhan, dan kasih sayang.

“Perjuangan Rasulullah mengajarkan kita untuk tetap istiqamah di jalan kebenaran, meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk ejekan dan penghinaan,” kata Sugiat, Sabtu (19/9/2026).

Dia mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW tetap teguh menyampaikan risalah Islam meski menghadapi penolakan dari masyarakat. Salah satunya ketika Rasulullah berdakwah ke Thaif.

Dakwah yang disampaikan Nabi Muhammad mendapat penolakan keras, bahkan Rasulullah SAW mengalami pengusiran dan dilempari batu hingga terluka. Namun, ketika mendapat kesempatan untuk membalas perlakuan tersebut, Rasulullah justru tidak memilih dendam.

“Ini yang perlu kita teladani. Ketika mendapatkan hinaan atau perlakuan yang tidak baik, jangan kemudian membuat kita meninggalkan kebenaran. Rasulullah tetap sabar, tetap istiqamah dan tidak membalas keburukan dengan keburukan,” ujar anggota DPR dari Fraksi Gerindra ini.

Menurut Sugiat, keteladanan Rasulullah juga terlihat dari akhlaknya dalam berinteraksi dengan orang lain. Rasulullah dikenal sebagai sosok yang santun, penyayang dan mampu mengendalikan diri ketika menghadapi persoalan.

Nilai tersebut, kata dia, sangat relevan diterapkan dalam kehidupan saat ini. Terlebih di tengah masyarakat yang menghadapi beragam perbedaan dan tantangan.

“Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah, maka kecintaan itu harus terlihat dalam akhlak kita. Bagaimana kita berbicara, bagaimana kita memperlakukan orang lain, bagaimana kita menghadapi perbedaan dan bagaimana kita menyikapi ketika mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan,” jelasnya.

Sugiat menegaskan, esensi peringatan Maulid Nabi adalah menghadirkan perubahan dalam diri. Peringatan tersebut akan kehilangan makna apabila hanya dilakukan melalui acara dan perayaan, tetapi tidak diikuti dengan perbaikan perilaku.

“Maulid akan menjadi lebih kuat dan bermakna apabila menghasilkan perubahan akhlak. Setelah memperingati Maulid, kita harus menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih santun, lebih peduli kepada sesama dan lebih istiqamah dalam menjalankan kebaikan,” katanya.

Dia berharap para santri Pondok Pesantren Ulumul Qur’an dapat menjadi generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai akhlak Rasulullah dalam kehidupan.

“Jangan hanya kita hafal kisah perjuangan Rasulullah. Yang lebih penting adalah bagaimana perjuangan dan akhlak beliau kita hadirkan dalam kehidupan kita. Itulah menurut saya makna penting dari peringatan Maulid Nabi,” jelas Sugiat.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Ulumul Qur’an, Ustaz Khalifah H. Syahrial, mengucapkan terima kasih kepada Sugiat Santoso yang telah hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an.

Dia berharap momentum Maulid Nabi dapat menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar pesantren, khususnya para santri, mengenai perjuangan dan peran Rasulullah SAW dalam membawa umat manusia menuju jalan kebaikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sugiat Santoso yang telah hadir dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini. Mudah-mudahan momentum Maulid ini dapat mengingatkan kita, khususnya para santri, tentang perjuangan dan peran Rasulullah SAW,” ujar Syahrial.

Syahrial berharap para santri tidak hanya mengenal Rasulullah melalui kisah-kisah perjuangannya, tetapi juga mampu menerapkan keteladanan dan akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.Red

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

IMG-20260919-WA0531
Muhammad Dahnil Ginting Sampaikan Ucapan Selamat atas Pernikahan Hanif dan Mazaya Anak Dari Prof Isa Rektor Panca Budi
IMG-20260919-WA0461
Tia Anggraini Wakili Indonesia sebagai Young Electoral Expert di Rusia, Bawa Pengalaman Demokrasi ke Level Internasional
IMG-20260919-WA0450
Peringatan Maulid di Pesantren Ulumul Qur'an, Sugiat Ajak Teladani Perjuangan Rasulullah
Screenshot 2026-09-18 211112
Pemko Medan Perkuat Integritas, Zakiyuddin Harahap Minta OPD Tuntaskan Pekerjaan dan Responsif Layani Masyarakat
Screenshot 2026-09-18 205838
Wawako Fadly Abdina Pimpin Rapat Strategis Program Makan Bergizi Gratis, Tekankan Pengawasan dan Keamanan Pangan
Screenshot 2026-09-18 204945
Wawako Tanjungbalai Perkuat Sinergi dengan FKUB, Jaga Kerukunan Antarumat Beragama
WhatsApp Image 2026-09-18 at 17.51
Bupati Labusel Perkuat Komitmen Tata Kelola Pemerintahan dan Pencegahan Korupsi
WhatsApp Image 2026-09-18 at 19.39
Baznas Bedah Rumah Warga dari Zakat ASN, Bupati Letakkan Batu Pertama
WhatsApp Image 2026-09-17 at 22.00
Pengisian Awal Bendungan Lau Simeme Resmi Dimulai, Perkuat Pengendalian Banjir dan Ketahanan Air
Screenshot 2026-09-18 110133
Bupati Karo Hadiri Rakor Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Pencegahan Korupsi
Polling