Pemkab Madina dan BGN Konsolidasi

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | Panyabungan – Selasa 3 Maret 2026 Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggelar rapat konsolidasi dan evaluasi bersama Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Rapat itu sebagai upaya sinkronisasi penanganan manakala kejadian menonjol dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rapat yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Madina, Senin (2/3/2026), dipimpin oleh Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution didampingi Pj. Sekda Sahnan Pasaribu. Evaluasi ini juga turut melibatkan satuan pengawas MBG.

Sahnan menjelaskan, dalam beberapa waktu belakangan banyak aduan masyarakat dan bahkan sudah ada satu dapur yang ditutup BGN karena menyalahi prosedur. Dia menerangkan, pemerintah daerah dalam pelaksanaan MBG bisa disebut tidak dilibatkan, tapi saat ada masalah justru menjadi pihak yang disalahkan.

Senada dengan itu, Wabup Atika mengatakan meskipun MBG ini ranah BGN bukan berarti Pemkab Madina tidak terlibat ketika muncul kasus menonjol. Maka dari itu, dia meminta BGN menyampaikan hal-hal yang perlu diketahui pemerintah, termasuk protokol pengoperasian SPPG.

“Kami tidak ingin ambil bagian yang bukan tugas kami yang diatur secara undang-undang. Tapi, bukan berarti kami tidak punya tanggung jawab terhadap keselamatan penerima manfaat,” kata dia.

Wabup Atika menjelaskan rapat konsolidasi dan evaluasi ini bertujuan mencari solusi dari laporan-laporan masyarakat dan antisipasi terjadinya kasus seperti di daerah-daerah lain.

Lebih lanjut, wakil bupati menyesalkan banyaknya pengusaha dari luar Madina yang menjadi pemilik dapur di kabupaten ini. Hal tersebut, kata Atika, menyebabkan peluang pengusaha lokal tertutup.

“Ketika orang Mandailing Natal sudah mulai mengerti, sudah mulai menerima program nasional ini malah dihadapkan dengan penutupan portal,” sebut dia.

Kondisi itu secara tidak langsung memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sebab, bahan baku yang dibutuhkan justru dipasok dari luar Madina. “Karena kalau orang Mandailing Natal yang menjadi investor dalam pembangunan SPPG, kami yakin ekonomi itu akan bertumbuh, lebih bertumbuh di sini,” tegas Wabup Atika.

Di sisi lain, Atika meminta korwil BGN untuk menyampaikan data secara riil dan terperinci, baik itu jumlah kuota SPPG maupun juumlah yang telah atau belum beroperasi.

Sementara itu, Koorwil BGN Madina Doni menjelaskan saat ini ada 25 SPPG yang telah beroperasi. Dia juga mengungkapkan, beberapa SPPG belum memiliki sertifikat SLHS.Red

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

Screenshot 2026-09-13 221709
Wawali Tanjungbalai Hadiri Maulid Nabi di Masjid Nikmatul Hasanah, Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah
Screenshot 2026-09-13 215723
Mancing Bersama Polres Padangsidimpuan, Wali Kota Letnan Dalimunthe Dorong Kebersamaan Jaga Kamtibmas
Screenshot 2026-09-13 215030
Hadiri Maulid Nabi di Masjid Al-Istiqomah, Wali Kota Serahkan Ambulans untuk BKM
Screenshot 2026-09-13 214303
Bupati Baharuddin Dorong Al-Washliyah Perkuat Pendidikan dan Akhlak Generasi di Era AI
Screenshot 2026-09-13 214015
Bupati Batu Bara Tinjau Irigasi Primer, Dorong Sinergi Perbaikan dan Pengembangan Ruang Rekreasi
WhatsApp Image 2026-09-13 at 12.05
Asri Ludin Tambunan Tinjau Pasar dan Terminal Deli Tua, Cek Kesiapan Dukung BRT Mebidang
WhatsApp Image 2026-09-13 at 10.36
Asri Ludin Tambunan Luncurkan SIAP SEHAT, Urus Akta Kelahiran dan Kematian Lebih Mudah Lewat Faskes
IMG-20260912-WA0120
Perkuat Ketahanan Pangan, Wabup Lom Lom Suwondo Dorong Pesantren Al-Hidayah Kembangkan Bawang Merah
Screenshot 2026-09-13 220001
Ukir Prestasi hingga Tingkat Nasional, Wali Kota Berangkatkan Atlet Bulu Tangkis Padangsidimpuan ke PB Djarum Kudus
Screenshot_20260912_165205_WhatsApp
Waket Komisi XIII Hadiri Launching Tanam Bawang di Pesantren Al Hidayah Deli Serdang
Polling