Komisi XIII DPR Terima Audiensi Yayasan Pesantren Indonesia

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | Jakarta, 15 Juli 2025, Komisi XIII DPR RI menerima audiensi dari Yayasan Pesantren Indonesia terkait berbagai persoalan yang sedang dihadapi Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun. Pertemuan ini menjadi forum penyampaian fakta, data, serta analisis terkini seputar kondisi Ponpes Al-Zaytun yang diterpa masalah beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menyampaikan pihaknya menerima kedatangan perwakilan Al-Zaytun guna membahas tiga isu utama yang dinilai penting untuk segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Persoalan pertama berkaitan dengan status hukum yayasan yang saat ini masih dalam proses di Kementerian Hukum.

Komisi XIII mendukung agar cepat tuntas dan tidak bertele-tele. Segera saja Kementerian Hukum Direktorat Administrasi Hukum Umum untuk mengesahkan mana yayasan yang sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Sugiat Santoso di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/7/2025)

Isu kedua yang dibahas yakni tudingan terhadap Al-Zaytun yang dikaitkan dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) dan radikalisme. Komisi XIII menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti isu ini melalui kerja sama lintas lembaga.

“Komisi XIII nanti akan berkolaborasi dengan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) untuk katakanlah menginvestigasi, sekaligus menuntaskan isu yang terkenal di Ma’had Al-Zaytun,” ujarnya.

Sugiat menyebut isu tersebut diduga kuat merupakan hasil manipulasi sejumlah oknum. Ia juga berharap penuntasan permasalahan ini dapat memberikan ruang bagi Al-Zaytun untuk kembali fokus menjalankan aktivitas pendidikan secara normal dan lancar.

Sementara itu, isu ketiga yang mencuat dalam pertemuan menyangkut proses hukum atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan Panji Gumilang, tokoh yang disebut sebagai eks Ketua Dewan Pembina Pesantren Indonesia Ma’had Al-Zaytun.

“Yang berikutnya adalah yang terkait dengan kasus TPPU yang itu terkena ke Panji Gumilang sebagai eks ketua dewan pembina Pesantren Indonesia Ma’had Al-Zaytun. Kita berharap ini bisa tuntas, penegakan hukumnya bisa tuntas terkait dengan kasus pidana maupun perdata yang ada ke oknum-oknum yang ada Ma’had Al-Zaytun,” katanya.

Komisi XIII menegaskan akan terus memantau perkembangan ketiga persoalan tersebut dan akan menjalin koordinasi intensif dengan kementerian serta lembaga terkait untuk memastikan penyelesaiannya berjalan sesuai prinsip keadilan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Saya pikir Komisi XIII akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menuntaskan persoalan yang ada,” pungkas Sugiat Santoso.

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

WhatsApp Image 2026-02-05 at 17.44
DPD Gerindra Sumut Bersama Kojira Salurkan Sembako untuk Ojol di HUT ke-18 Partai Gerindra
WhatsApp Image 2026-02-05 at 15.22
Sayap Partai Kompak  : Kesehatan Indonesia Raya ( Kesira ) HUT Ke 18 partai Gerindra memberikan Bantuan Kepada Masyarakat
WhatsApp Image 2026-02-05 at 12.21
Sayap Partai Bergerak : Hari ke-5 HUT Ke 18 Gerindra, PPIR Sumut Hadir untuk Korban Banjir
WhatsApp Image 2026-02-05 at 12.02
Semarak HUT Gerindra ke-18, Indra Gunawan Hiasi Kota Tebing Tinggi dengan Spanduk dan Umbul-Umbul
WhatsApp Image 2026-02-05 at 16.31
Wabup: Kemampuan Berpikir Kreatif dan Inovatif Jawab Tantangan Zaman
Screenshot 2026-02-05 112159
Bupati Karo Pimpin Rapat Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah
627018124_1981817042548319_2309563848473531059_n
Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara Hadiri Rapat Klarifikasi Proyek KPBU Penerangan Jalan di Kemenkeu RI
626975058_18433532113114334_8953304603562753886_n
HUT Gerindra ke-18, PIRA Sumut Bagikan 200 Paket Sembako untuk Penarik Betor di Medan
Gubernur-terima-Audiensi-Bank-Sumut-4
Tegas, Bobby Nasution Minta Dirut Baru Bawa Bank Sumut Lebih Progresif di Sektor Keuangan
626567111_18393583783197981_2510682129514870357_n
Presiden Prabowo Tegaskan Diplomasi Realistis dan Prinsip Kehati-hatian Indonesia dalam Board of Peace
Polling