Gerindrasumut.id | Medan Minggu 16 Agustus 2026 — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengunjungi para pelajar yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Dalam kunjungan tersebut, Sudaryono didampingi Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Gerindra, Ikhwan Ritonga. Rombongan disambut langsung Bupati Karo sebelum melakukan peninjauan ke sejumlah fasilitas kesehatan yang menangani para pelajar.

Kunjungan diawali dengan mendatangi Rumah Sakit Haji di Medan, kemudian dilanjutkan dengan meninjau sejumlah rumah sakit di wilayah Kabupaten Karo. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi para siswa sekaligus memastikan proses penanganan medis berjalan dengan baik.
Peristiwa dugaan keracunan makanan MBG tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026), setelah ratusan pelajar di kawasan Berastagi mengalami keluhan kesehatan.
Berdasarkan laporan KPPG Medan, sebanyak 354 peserta didik terdampak dalam kejadian yang berkaitan dengan SPPG Karo Berastagi Sempajaya. Hingga 15 Agustus, sebanyak 242 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 110 lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Dua pasien bahkan dirujuk ke rumah sakit di Kota Medan.
Salah satu siswi kelas XII yang dirujuk ke Medan sebelumnya dilaporkan mengalami kondisi lebih serius. Siswi tersebut sempat mengalami penurunan kesadaran dan mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU.

BGN bersama Pemerintah Kabupaten Karo dan Dinas Kesehatan terus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para pelajar. Sampel sisa makanan juga diperiksa di laboratorium guna memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan MBG atau faktor lainnya.
“BGN bekerja sama dengan Bupati Karo dan Dinas Kesehatan untuk memeriksa sampel sisa lauk-pauk guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa,” ujar Kepala BGN Sudaryono.
Sebagai bentuk respons atas kejadian tersebut, BGN sebelumnya telah mengambil langkah administratif dengan mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Berastagi serta menyegel dapur MBG yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Sudaryono juga telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menegaskan bahwa kejadian di Kabupaten Karo menjadi evaluasi penting agar seluruh tahapan penyediaan makanan dalam program MBG, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, penyimpanan hingga distribusi, mendapat pengawasan ketat.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karo sebelumnya mencatat sebanyak 289 orang sempat mendapatkan perawatan medis akibat kejadian tersebut berdasarkan data sementara.
Kunjungan Kepala BGN bersama jajaran pemerintah dan DPRD Sumut ini diharapkan dapat memastikan para siswa memperoleh penanganan optimal sekaligus memperkuat evaluasi terhadap standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan para pelajar masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemerintah memastikan keselamatan dan pemulihan seluruh siswa menjadi prioritas utama serta berkomitmen melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
