Gerindrasumut.id | Batubara Minggu 19 Juli 2026 – Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menegaskan komitmennya menjadikan Desa Gambus Laut dan Desa Lubuk Cuik sebagai sentra produksi cabai merah varietas unggul di Kabupaten Batu Bara. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Seleksi Varietas Unggul Cabai Merah hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Batu Bara dengan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) di lokasi demplot Dusun V, Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Baharuddin Siagian didampingi Asisten III, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Sosial, Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Camat Lima Puluh Pesisir.
Turut hadir Dekan Fakultas Pertanian IPB Prof. Dr. Ir. Suryo Wiyono, M.Sc.Agr., Prof. Dr. Ir. Syarifah Iis Aisyah, M.Sc.Agr., Prof. Dr. Muhamad Syukur, S.P., M.Si., beserta jajaran akademisi, penyuluh pertanian, kelompok tani Lubuk Cuik dan Simpang Gambus, serta para petani cabai.

Dekan Fakultas Pertanian IPB, Prof. Dr. Ir. Suryo Wiyono, M.Sc.Agr., mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam mendukung hilirisasi inovasi pertanian melalui pengembangan varietas cabai merah unggul.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam menghadirkan teknologi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Sementara itu, Bupati Baharuddin Siagian menegaskan bahwa pengembangan varietas cabai unggul merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya petani.
“Kami ingin Desa Gambus Laut dan Lubuk Cuik menjadi pusat produksi cabai merah unggulan di Kabupaten Batu Bara. Melalui kolaborasi dengan Fakultas Pertanian IPB, kami optimistis akan lahir varietas cabai berkualitas yang mampu meningkatkan daya saing pertanian daerah,” ujarnya.
Bupati juga menilai kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan Fakultas Pertanian IPB merupakan langkah strategis dalam menghadirkan inovasi yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kegiatan panen perdana tersebut menjadi tahapan awal dari rangkaian seleksi berbagai varietas cabai merah keriting yang akan terus dilakukan pada musim tanam berikutnya. Hasil seleksi nantinya akan menentukan varietas terbaik yang diharapkan menjadi identitas pertanian Kabupaten Batu Bara.
Varietas unggulan tersebut direncanakan akan diberi nama Cabai Merah Keriting “Bahagia”, sebagai ikon pertanian Kabupaten Batu Bara sekaligus menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan para petani dalam mengembangkan sektor pertanian yang lebih maju dan berdaya saing.Red
