Gerindrasumut.id | Medan Sabtu 7 November 2026 – Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM., M.Kes., menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Inventarisasi Permasalahan dan Kebutuhan Daerah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (5/11/2026), bertempat di Aula Digital Learning Center Building (DLCB) Lantai 8, Kampus USU, Jalan Tri Dharma Nomor 9, Medan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Dr. Timur Tumanggor, S.Sos., M.AP., yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara. Turut hadir jajaran pimpinan Universitas Sumatera Utara, di antaranya Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Hinsar Ambarita, serta para kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Timur Tumanggor menyampaikan bahwa forum FGD ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mengidentifikasi berbagai persoalan serta kebutuhan nyata masyarakat.
“Melalui forum FGD ini, kita berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mengidentifikasi berbagai persoalan serta kebutuhan nyata masyarakat. Dengan dukungan kajian akademis dan riset yang tepat sasaran, kita dapat merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan, meskipun di tengah tantangan keterbatasan anggaran daerah,” ujar Timur.
FGD ini menjadi forum strategis dalam mengidentifikasi berbagai persoalan dan kebutuhan riil yang dihadapi pemerintah daerah, sekaligus merumuskan langkah-langkah kolaboratif dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Salah satu isu penting yang menjadi pembahasan adalah proyeksi penurunan anggaran APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2027 sebagai dampak dari kewajiban kurang salur Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 sebesar Rp1,2 triliun. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk semakin cermat dalam menentukan prioritas pembangunan, meningkatkan efektivitas belanja, serta memperkuat sinergi antarpemerintah daerah.
Selain itu, forum ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam menginventarisasi berbagai persoalan di lapangan, khususnya pada sektor ekonomi, infrastruktur, dan pelayanan dasar masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, berbagai masukan dan kebutuhan pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan tema-tema riset unggulan Universitas Sumatera Utara yang aplikatif dan memberikan solusi nyata bagi pembangunan daerah.
Sejalan dengan transformasi USU menuju Entrepreneur University dan penguatan konsep Kampus Berdampak, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan hasil penelitian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kehadiran Wali Kota Padangsidimpuan dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padangsidimpuan untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Diharapkan, melalui sinergi pemerintah dan akademisi, berbagai tantangan pembangunan daerah dapat diidentifikasi secara komprehensif dan ditindaklanjuti melalui solusi inovatif demi mewujudkan pembangunan Sumatera Utara yang lebih maju dan berkelanjutan, termasuk Kota Padangsidimpuan.Red
