Gerindrasumut.id | Serdangbedagai, Mewujudkan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada seluruh generasi penerus bangsa, mulai dari TK,SD,SMP dan SMA, menuju Indonesia Emas 2045. Kabupaten Serdang Bedagai, diunjuk sebagai tempat untuk melaporkan Asta Cita Presiden.
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pelaksana dan Penggerak Program Pak Presiden khususnya di Makan Bergizi Gratis (MBG) Budi SE.MM. di depan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, Gubernur Sumut Bobby Nasution, Kepala-Kepala Daerah dan Forkompinda, pada peninjauan dapur SPPG Desa Cempedak Lobang, Seirampah, Serdangbedagai (Sergai), Rabu (30/7/2025).

Menurutnya, kenapa Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dipilih sebagai tampat untuk melaporkan Asta cita dari Pak Presiden yang sudah dilaksanakan khususnya MBG. Karena, ini adalah satu kegiatan yang memang memberikan nilai manfaat ke banyak kepada seluruh rakyat bangsa.
Izin Pak Hasan, kami laporkan, kenapa kami pilih Sedang Bedagai, karena di sini sudah kami melihat ada 14 titik yang sudah dibangun secara mandiri. 14 titik itu sudah terbangun di sedang Bedagai dan 4 titik sudah beroperasi. Nanti kita dengar dari pak Gubernur,. Pak Gubernur luar biasa melaksanakan mewujudkan realita untuk program Asta cita, selalu berkoordinasi dengan seluruh Kabupaten Kota untuk percepatan pembangunannya. Serdang Bedagai 14 titi, 4 sudah beroperasi, 4 yang beroperasi itu ada di Pantai cermin kiri, itu Sukajadi, Cempedak Lobang dan perbulaan. itu 4 titik yang sekarang beroperasi dan yang di sini ini adalah Cempedak Lobang yang Belidaan Pak sesuai SPPG-nya dapur umum. Kemudian, yang sudah akan beroperasi, yang sudah 100% dan siap beroperasi itu ada di pasar Rodi Kecamatan Sei Rampah, kemudian Kota Tengah itu di Dolok Masihul, kemudian Kota Galuh dua Perbaungan dan Sei Bulu, itu di Sei Bamban.”terang Budi
Lanjutnya, di sini Kita juga mengundang masyarakat ataupun tokoh-tokoh masyarakat yang peduli, untuk yang ini Pantai cermin kiri itu langsung dikepalai Amin, Suka Jadi oleh Said Lubis, Cemepedak Lobang oleh Ismet Lubis, Pasar Pergolaan oleh Hendra Nasution, dan yang akan beroperasi itu di Pasar Rodi oleh Nanda, Kota Tengah Darmawan Saragih, Kota Galuh 2 Aing/Hambi, Kota Galuh 1 oleh Fauzi. Jadi ini adalah tokoh-tokoh masyarakat yang diajak pak Bupati untuk membangun secara mandiri.
Kemudian yang 90% lanjut Budi, itu berada di Sei Jenggi Perbaungan, itu tinggal finising gedung, diprakasai Herman. Kemudian di Sei Buluh juga sudah beroperasi diprakasai oleh Ketut yang merupakan mitra mandiri. Dan, satu lagi dari Polres Sergai itu di Sei Rampah kondisinya dalam proses rehab gedung. Ini diprakasi oleh Kapolres Sergai.
Dengan adanya dapur SPPG ini, petani sayur sangat bangga dengan adanya program ini. Terutama bagi anak-anak sekolah merasa senang dengan adanya program MBG ini dari pak Presiden Prabowo. Setiap hari Jumat, anak-anak diberikan daging.tutup Budi.
Sementara itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, guna mempercepat pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk penyediaan makanan bergizi gratis (MBG), di seluruh daerah di Sumatera Utara (Sumut), Gubernur Bobby Nasution mendorong seluruh pihak terkait untuk memperkuat berkolaborasi. Untuk Sumut ditargetkan akan berdiri 1.700 unit dapur SPPG, saat ini sudah beroperasi 77 dapur SPPG, dan hingga akhir tahun 2025 ditargetkan terbangun 200 dapur SPPG.
Menurut Bobby, perkembangan pendirian SPPG di Sumut saat ini berjalan cepat dan lancar. “Namun ini membutuhkan kerja sama seluruh stakeholder, tidak terlepas dari peran Forkopimda juga, kolaborasi ini penting,” kata Bobby.
Selain memberikan anak makanan bergizi gratis, program MBG juga membuka banyak lapangan pekerjaan. “Dan ini jadi salah satu poin penting untuk kegiatan ekonomi di daerah, karena manfaatnya selain untuk gizi anak, manfaat ekonominya sangat luar biasa, tadi saya lihat ibu-ibu ada jadi bagian SPPG, bekerja,” kata Bobby.
Sedangkan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan, program MBG bukan berasal dari lamunan Presiden Prabowo Subianto. Program ini telah memiliki naskah akademik yang ditulis belasan tahun lalu. MBG pun telah dilakukan di 105 negara
Program ini telah memiliki naskah akademik yang ditulis belasan tahun lalu. MBG pun telah dilakukan di 105 negara.“Kita mungkin terlambat 120 tahun dari Inggris, bahkan India, yang pendapatan perkapitanya setengah kita, suda bikin MBG dari 30 tahun lalu,” kata Hasan.