Gerindrasumut.id | Perdagangan Minggu 27 September 2026 — Hujan deras, kabut, hingga akses jalan yang tak bisa dilalui mewarnai perjalanan Coffee Shop Kedan Ku bersama Perdagangan Runners, TIDAR Simalungun dan Satria Simalungun menuju Pantai Salbe, Haranggaol, Kabupaten Simalungun.
Meski sempat menghadapi sejumlah kendala, semangat kebersamaan puluhan peserta dalam family gathering yang digelar Sabtu-Minggu (26-27/9/2026) tersebut tak surut.
Rombongan berangkat dari Coffee Shop Kedan Ku, Perdagangan, Sabtu sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menempuh rute Perdagangan-Siantar-Sidamanik-Salbe.
Namun, perjalanan yang semestinya menjadi perjalanan wisata biasa berubah menjadi pengalaman penuh cerita.
Hujan mengguyur sepanjang perjalanan. Kondisi jalan juga sempat diselimuti kabut. Belum lagi muncul kejadian tak terduga ketika kunci salah satu sepeda motor justru terbawa oleh teman seperjalanan.
Perjalanan semakin menantang ketika rombongan hendak menuju Penginapan Pantai Consesco Haranggaol. Akses menuju lokasi tersebut tidak dapat dilalui karena sedang dalam proses perbaikan jalan.
Rombongan akhirnya memutuskan mencari alternatif penginapan dan bermalam di Penginapan Raja Ronta.
Meski tiba sekitar pukul 18.00 WIB, setelah perjalanan panjang yang diwarnai hujan dan berbagai kendala, suasana langsung kembali mencair.
Malam hari diisi dengan makan bersama dan karaoke. Canda, tawa dan nyanyian membuat rasa lelah perjalanan perlahan hilang.
Masak Bersama hingga Games Seru
Minggu pagi, kegiatan dilanjutkan dengan memasak dan sarapan bersama.
Romi, pembina Perdagangan Runners, turut ambil bagian dalam menyiapkan masakan untuk disantap bersama peserta.
Setelah sarapan, sekitar pukul 09.00 WIB, seluruh peserta mengikuti berbagai games yang berlangsung meriah.
Permainan tersebut bukan sekadar hiburan. Para peserta dari berbagai komunitas berbaur dan saling mendukung sehingga suasana kekeluargaan semakin terasa.
Owner Coffee Shop Kedan Ku, Rudi Ditungkir, mengatakan family gathering tersebut sengaja dibuat sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antarkomunitas.
“Kita ingin kegiatan ini bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi menjadi momentum untuk berkumpul, bersilaturahmi dan mempererat hubungan. Kita ingin semua yang hadir merasa seperti satu keluarga,” ujar Rudi.
Menurut Rudi, berbagai kendala selama perjalanan justru menjadi bagian dari cerita yang membuat kegiatan tersebut semakin berkesan.
“Hujan, kabut, sampai akses jalan yang tidak bisa dilewati, semuanya menjadi pengalaman. Yang penting kita tetap bersama dan bisa menikmati perjalanan,” katanya.
Perdagangan Runners: Bukan Sekadar Jalan-Jalan
Sementara itu, Romi, pembina Perdagangan Runners, menyebut kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi para anggota komunitas untuk mengenal satu sama lain lebih dekat.
“Kebersamaan itu yang paling utama. Kita tidak hanya bertemu saat ada kegiatan, tetapi melalui family gathering seperti ini kita bisa lebih dekat, makan bersama, masak bersama dan bermain bersama,” ujar Romi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan melibatkan lebih banyak komunitas.
TIDAR Simalungun Apresiasi Kebersamaan
Ari Ashari, S.E., dari TIDAR Simalungun, turut mengapresiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, pertemuan lintas komunitas dalam suasana santai menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan memperluas silaturahmi.
“Ini kegiatan yang positif. Kita bisa bertemu dalam suasana yang santai, saling mengenal dan membangun komunikasi. Mudah-mudahan kebersamaan seperti ini terus berlanjut,” kata Ari.
Hal senada disampaikan Jefri dan Pak Rek, perwakilan Satria Simalungun.
Mereka mengaku senang dapat menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
“Banyak cerita selama perjalanan, mulai dari hujan sampai kendala jalan. Tapi justru itu yang membuat perjalanan ini berkesan. Kita bisa melewatinya bersama-sama,” ujar mereka.
Pulang Lewat Sidamanik-Siantar
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, sekitar pukul 13.00 WIB rombongan meninggalkan Penginapan Raja Ronta.
Perjalanan pulang mengambil rute Salbe-Sidamanik-Siantar-Perdagangan.
Sebelum kembali ke Kedan Ku, rombongan menyempatkan diri singgah di Siantar untuk membeli oleh-oleh.
Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan hingga akhirnya kembali ke Coffee Shop Kedan Ku, Perdagangan, sebagai titik akhir kegiatan.
Family gathering yang awalnya dirancang sebagai agenda rekreasi bersama tersebut akhirnya menjadi perjalanan penuh cerita.
Hujan, kabut, kendala kunci sepeda motor hingga perubahan lokasi penginapan justru menjadi bagian dari pengalaman yang memperkuat kebersamaan.
Bagi para peserta, perjalanan ke Salbe bukan hanya tentang tempat yang dituju, tetapi tentang cerita, tawa dan kebersamaan yang tercipta sepanjang perjalanan.Red
