Gerindrasumut.id | Jakarta Rabu 4 Februari 2026 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar silaturahmi dengan pimpinan organisasi masyarakat Islam, tokoh agama, serta pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Pada Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi wadah dialog strategis dalam membahas berbagai isu kebangsaan dan keumatan.
Sejumlah tokoh nasional tampak hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar, Ketua Umum Hidayatullah Naspi Arsyad, serta tokoh Muslim Tionghoa Yusuf Hamka atau yang dikenal dengan Babah Alun.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo bersama para tokoh agama membahas sejumlah agenda penting, termasuk rencana pembangunan perkampungan haji di Arab Saudi serta penguatan pengelolaan dana umat melalui Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU).
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa Indonesia memperoleh kesempatan khusus untuk memiliki properti di kawasan Makkah dan Madinah. Pemerintah juga telah menyiapkan lahan yang cukup luas untuk mendukung pembangunan perkampungan haji bagi jamaah Indonesia.
“Ini merupakan peluang strategis bagi Indonesia dalam meningkatkan pelayanan ibadah haji dan umrah, sekaligus memperkuat peran umat Islam di Tanah Suci,” ujar Nasaruddin.
Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi yang intensif dengan para tokoh agama dan pimpinan ormas Islam. Menurutnya, dialog yang berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga persatuan, kebersamaan, serta menyerap aspirasi umat.
“Pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil sejalan dengan kepentingan umat dan nilai-nilai kebangsaan,” tegas Presiden.
Pertemuan tersebut turut dihadiri dan didampingi oleh sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Silaturahmi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif, berkeadilan, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan.Red
Sumber : Biro Pers Istana
