Menimbang Ulang Pilkada Langsung, Demokrasi Bukan Sekedar Prosedural

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | Padangsidempuan Kamis 1 Januari 2025 Wacana menghidupkan pilkada tidak langsung kembali mencuat dalam perdebatan publik. Isu ini kerap disikapi secara emosional, bahkan dianggap sebagai ancaman bagi demokrasi.

Padahal, perdebatan tersebut semestinya diletakkan dalam kerangka evaluasi kebijakan, bukan sentimen semata.

Ketua DPC Partai Gerindra Padangsidimpuan, H. Rusydi Nasution, menilai bahwa demokrasi tidak boleh dipersempit hanya pada satu mekanisme elektoral. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah hasil dari sistem tersebut bagi rakyat dan daerah.

“Demokrasi itu bukan sekedar soal memilih langsung atau tidak langsung, tetapi soal apakah sistem tersebut mampu melahirkan kepemimpinan daerah yang efektif, bersih, dan benar-benar bekerja untuk rakyat,” tegas H. Rusydi Nasution.

Wakil Ketua DPRD Padangsidimpuan ini mengingatkan bahwa sejarah ketatanegaraan Indonesia menunjukkan beragam model pengisian jabatan kepala daerah pernah diterapkan, mulai dari penunjukan administratif, pemilihan melalui DPRD, hingga pilkada langsung seperti saat ini.

Seluruh model tersebut pernah berjalan dalam konteksnya masing-masing dan tidak serta-merta membuat pemerintahan daerah lumpuh.

Menurut Rusydi, pilkada langsung yang diterapkan sejak 2005 memang lahir dari semangat reformasi dan perluasan partisipasi rakyat.

Namun setelah hampir dua dekade berjalan, evaluasi menyeluruh menjadi sebuah keniscayaan, terutama ketika praktik di lapangan menunjukkan tingginya biaya politik dan munculnya berbagai distorsi dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Evaluasi pilkada langsung bukan berarti kita anti demokrasi. Justru ini bentuk kedewasaan berdemokrasi, ketika kita berani mengoreksi sistem yang terbukti menimbulkan politik biaya tinggi, mendistorsi tujuan kita berbangsa dan bernegara serta mengganggu fokus pelayanan publik,” ujarnya.

Kondisi tersebut, kata Rusydi, sering kali membuat energi pemerintahan tersedot ke urusan politik, bukan pelayanan dan pembangunan.

Garis Ideologi Partai Gerindra

Sejalan dengan garis ideologis Partai Gerindra, Rusydi menegaskan bahwa demokrasi harus mampu memperkuat negara dan menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat.

Demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur, tetapi harus menghasilkan pemerintahan yang efektif dan berpihak.

Bagi Gerindra, demokrasi harus memperkuat negara dan menyejahterakan rakyat. Jika sebuah mekanisme justru melemahkan kepemimpinan daerah, maka wajar untuk dikaji ulang secara terbuka dan rasional,” kata Rusydi.

Ia menambahkan, demokrasi perwakilan melalui DPRD tetap merupakan mekanisme konstitusional yang sah, selama dijalankan dengan pengawasan publik yang kuat, transparansi, serta sistem partai politik yang sehat.

Dalam konteks tertentu, mekanisme tersebut bahkan dinilai mampu menekan konflik horizontal dan mengembalikan fokus kepala daerah pada kerja-kerja substantif.

Menutup pandangannya, Rusydi menekankan bahwa diskursus pilkada seharusnya tidak dibingkai sebagai pertarungan ideologis yang kaku, melainkan sebagai upaya bersama mencari format demokrasi yang paling sesuai dengan kebutuhan bangsa dan daerah.

Demokrasi, menurutnya, akan kehilangan makna jika tidak mampu menghadirkan kepemimpinan daerah yang kuat, bersih, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

Screenshot 2026-02-12 163706
Ketua Yayasan Dzunnurain Qur’an Center Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo dan Sugiat Santoso atas Bantuan Pendidikan
3fd9d553-37d4-4fc3-a6d3-9160cddd772d
Bunda Yin Terharu Terima Buku Sejarah Perjuangan Pematang Siantar Karya Martha Siregar
Screenshot 2026-02-12 154515
Khatam Al-Qur’an MAN 2 Padangsidimpuan, Wali Kota: 60.000 Malaikat Turut Mendoakan
WhatsApp-Image-2026-02-12-at-112438-1-432766165 (1)
Jelang Ramadhan, Warga Kota Padangsidimpuan Serbu Pasar Murah di Alaman Bolak Padang Nadimpu
631216586_1988651915198165_1714787758417117179_n
Pemkab Batu Bara Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Wabup Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Persatuan
634161258_1988715358525154_7362970867666299772_n
Bupati Batu Bara Tinjau Pulau Salah Namo dan Pulau Pandang, Dorong Pengembangan Wisata Bahari Berkelanjutan
629349061_18394796005197981_5742516971734815734_n
Presiden Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatra, Dua Bulan Tunjukkan Lompatan Sangat Cepat
WhatsApp Image 2026-02-12 at 14.25
Sambut Imleak 2026, Bunda Yin Bersama Pemko Pematang Siantar Gelar Bakti Sosial di Vihara Avalokitesvara
Selamat atas dilantiknya Ketum @cliffrs, Sekum @sfyudha, Bendum @kevinboyhutabarat_ dan seluruh
Ade Jona Prasetyo: HIPMI Sumut Harus Rendah Hati dan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
631099440_1988154588581231_5589079277461633917_n
Wabup Batu Bara Resmikan Stasiun KA Lima Puluh, Fasilitas Modern Dukung Layanan Transportasi 2026
Polling