Gerindrasumut.id | BATANGTORU — Minggu 29 Maret 2026 Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti kinerja puluhan kepala daerah terkait penanganan bencana di Sumatera. Dalam kunjungannya ke Batangtoru, ia bahkan menyentil 44 bupati agar segera memperbaiki pendataan korban bencana.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam kesempatan itu, Tito secara khusus memuji kinerja Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu yang dinilai berhasil mempercepat pemulihan pascabencana.
Tapanuli Selatan tercatat sebagai daerah pertama di Sumatera Utara yang berhasil menyelesaikan pembangunan hunian tetap bagi korban bencana. Dari total 227 unit huntap yang dibangun, sebanyak 120 unit kini telah dihuni warga di Dusun Taman Sari, Batangtoru.
Pembangunan huntap tersebut dilakukan tanpa menggunakan anggaran pemerintah, melainkan melalui gotong royong bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait yang turut hadir dalam peresmian tersebut juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Gus Irawan. Ia bahkan meminta sang bupati membagikan kunci keberhasilan dalam percepatan pembangunan huntap.
Menanggapi hal itu, Gus Irawan menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi dan respons cepat berbagai pihak, termasuk dukungan dari pemerintah pusat.
“Kalau ditanya kata kuncinya, karena ada orang baik yang mau membantu kami, jadi tunjukkan respons yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sejak awal bencana, komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, termasuk dengan Tito Karnavian dan Maruarar Sirait, menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan.
Menurut Tito, keberhasilan Tapanuli Selatan tidak terlepas dari kelengkapan data yang diajukan pemerintah daerah. Data yang akurat dinilai menjadi kunci utama dalam percepatan penyaluran bantuan.
“Ini semua karena data yang diajukan Pak Bupati ke kami lengkap. Saya sangat berterima kasih,” kata Tito.
Ia pun mengingatkan kepala daerah lain agar segera menyusun data korban bencana secara rinci.
“Kepada 44 bupati lagi, tolonglah cepat data by name by address. Kalau tidak tahu, tanya Pak Gus Irawan bagaimana caranya. Makin cepat kami terima data, semakin cepat bantuannya tersalurkan,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi penegasan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi bencana, terutama dalam hal pendataan yang akurat guna memastikan bantuan tepat sasaran.Red
