Komisi VIII DPR RI Apresiasi Penanganan Pascabencana Pemkab Deli Serdang

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | Lubuk Pakam – Jumat 30 Januari 2026 Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, Jumat (30/1/2026). Kunjungan kerja tersebut sebagai bentuk pengawasan terhadap penanganan pascabencana serta kesiapsiagaan kebencanaan di daerah.

Rombongan Komisi VIII DPR RI dipimpin Wakil Ketua, Abidin Fikri, dan anggota, H Ashari Tambunan, Zulfikar, Syaiful Nuri, Abdul Aziz, Muhammad Abdul Aziz Sefuddin, M Husni, serta Prof Lisda.

Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan menyampaikan kondisi bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2024. 19 dari 22 kecamatan terdampak dengan total 331.111 jiwa. 70.117 jiwa di antaranya mengungsi. Status tanggap darurat hanya diberlakukan selama 14 hari.

Seluruh unsur dikerahkan untuk membantu melakukan evakuasi. Layanan call center 112 juga diaktifkan dalam menerima laporan dari berbagai peristiwa selama banjir melanda.

Saat ini, Deli Serdang sudah berada di fase pemulihan. Bantuan dari berbagai pihak baik pemerintahan maupun swasta juga telah diterima dan disalurkan kepada korban terdampak.

“Kami sudah lepas dari status tanggap darurat dan saat ini masuk ke fase pemulihan. Jembatan Bailey di Hamparan Perak yang merupakan bantuan Panglima TNI dan Presiden juga telah selesai berkat sinergi yang terus kami perkuat,” ujar Bupati.

Diharapkan, kunjungan Komisi VIII DPR RI membawa manfaat nyata bagi penguatan kebijakan kebencanaan ke depan. Pasalnya, dengan luas wilayah yang mengelilingi kota Medan, Deli Serdang terbilang rutin mengalami bencana. Baik banjir maupun tanah longsor.

“Semoga kunjungan ini menjadi berkah dan memberi manfaat nyata, tidak hanya bagi Deli Serdang tetapi juga bagi daerah lain,” imbuh Bupati di acara yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS dan jajaran pejabat Pemkab Deli Serdang tersebut.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri menjelaskan, kunjungan kerja dilakukan secara bersamaan di tiga wilayah, yakni Kota Medan, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Deli Serdang. Ia turut mengapresiasi kecepatan Pemkab Deli Serdang dalam menanggulangi bencana yang melanda.

“Deli Serdang ini relatif cepat. Dalam 14 hari sudah keluar dari status tanggap darurat. Kami mohon Pemkab Deli Serdang menyampaikan masukan apa saja hambatan selama masa tanggap darurat. Informasi ini penting agar kami tidak salah mendiagnosis dalam merumuskan perubahan regulasi,” cetusnya.

Menurutnya, evaluasi kelembagaan kebencanaan juga menjadi perhatian serius. Pembentukan Kementerian Bencana menjadi salah satu langkah yang dianggap penting untuk dirumuskan bersama pemerintah.

“Kalau ke depan ada kementerian khusus penanggulangan bencana, maka fokusnya hanya mengurus itu. Karena itu, masukan dari daerah sangat kami butuhkan,” katanya.

Kepala BPBD Deli Serdang, Mukti Ali Harahap menyampaikan, keterlibatan relawan dan elemen masyarakat sangat berperan dalam percepatan pemulihan.

M Husni menambahkan, dukungan terhadap penguatan kelembagaan BNPB diharapkan dapat menitikberatkan pada pencegahan sehingga kerugian yang diperoleh saat terjadinya bencana dapat berkurang.

“Setiap tahun kerugian akibat bencana di Indonesia diperkirakan mencapai Rp20–30 triliun. Jika pencegahan dan sinergi diperkuat, angka kerugian ini tentu bisa ditekan,” ujarnya.

Sementara itu, H Ashari Tambunan yang juga merupakan mantan Bupati Deli Serdang menyoroti perlunya penanganan bencana yang bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.

“Saya mengapresiasi penanganan yang luar biasa ini. Namun ke depan, koordinasi lintas pihak harus diperkuat. Di Deli Serdang sering terjadi bencana berulang, seperti longsor di jalur menuju Berastagi dan abrasi pantai di Pantai Labu. BNPB diharapkan tidak hanya menangani kedaruratan, tetapi juga menyelesaikan akar persoalan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, turut diserahkan bantuan sosial dari Kementerian Sosial senilai Rp463 juta serta dukungan logistik dan peralatan penanganan darurat banjir dan tanah longsor senilai Rp461 juta. Bantuan tersebut meliputi sembako, selimut, matras, hygiene kit, toilet portabel, dan alat kebersihan.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Deputi Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana serta Direktur PSDS Kementerian Sosial, Laode Taufik Nuryadin, dan Kepala Sentra Insyaf Medan, Langgeng Setiawan.Red

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

get
Sugiat Santoso Gaungkan Program Istura dari Istana Yogyakarta, Jadikan Istana Ruang Edukasi Rakyat
Screenshot 2026-02-13 171923
Presiden Prabowo Subianto Resmikan Ribuan SPPG dan Gudang Pangan, Perkuat Program Gizi Nasional
698dd3fda7b25_1770902525
Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2026 Bupati Batu Bara Pimpin Tanam Pohon Di Pantai Datuk .
WhatsApp Image 2026-02-13 at 16.34
Pemkab Deli Serdang Terima Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Rusak
Screenshot 2026-02-12 163706
Ketua Yayasan Dzunnurain Qur’an Center Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo dan Sugiat Santoso atas Bantuan Pendidikan
3fd9d553-37d4-4fc3-a6d3-9160cddd772d
Bunda Yin Terharu Terima Buku Sejarah Perjuangan Pematang Siantar Karya Martha Siregar
Screenshot 2026-02-12 154515
Khatam Al-Qur’an MAN 2 Padangsidimpuan, Wali Kota: 60.000 Malaikat Turut Mendoakan
WhatsApp-Image-2026-02-12-at-112438-1-432766165 (1)
Jelang Ramadhan, Warga Kota Padangsidimpuan Serbu Pasar Murah di Alaman Bolak Padang Nadimpu
631216586_1988651915198165_1714787758417117179_n
Pemkab Batu Bara Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Wabup Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Persatuan
634161258_1988715358525154_7362970867666299772_n
Bupati Batu Bara Tinjau Pulau Salah Namo dan Pulau Pandang, Dorong Pengembangan Wisata Bahari Berkelanjutan
Polling