Hujan Tak Kunjung Reda, Banjir Meluas di Sergai: Warga Cemas, Rumah Terendam, dan Keharuan Mengalir dari Posko Dapur Umum Gerindra

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | Sergai, Langit Serdang Bedagai sejak 26 November 2025 terasa berat, seolah enggan berhenti menangis. Hujan deras yang turun tanpa jeda membuat banyak wilayah kembali terendam banjir.

Air yang naik perlahan namun pasti menelan halaman rumah, merayap masuk hingga ruang keluarga, membuat malam-malam warga dipenuhi kecemasan dan pasrah.

Banyak yang tidak tidur, hanya duduk menatap genangan yang semakin meninggi sambil memeluk anak-anak mereka.


Hingga Sabtu (29/11/2025), situasi semakin memburuk. Banjir meluas bahkan mencapai jalan lintas Sumatera, tepat di depan Kantor Bupati Serdang Bedagai. Aktivitas masyarakat lumpuh, kendaraan terjebak, dan sebagian warga memilih bertahan di rumah meski air sudah setinggi lutut.


Gerindra Sergai Bergerak Cepat: Dapur Umum Didirikan untuk Warga yang Terdampak
Di tengah suasana yang memprihatinkan ini, DPC Partai Gerindra Kabupaten Serdang Bedagai menjadi salah satu pihak yang bergerak cepat. Sebuah posko dapur umum didirikan di Kantor DPC Gerindra Sergai, Jalan Negara Km 59, Kompleks Ruko RBC, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.

Dari posko inilah sedikit kehangatan dihadirkan untuk warga yang mulai kehabisan tenaga dan persediaan makanan.
Budi SE, MM Turun Langsung: “Kami Harus Hadir di Tengah Rakyat”


Ketua DPC Gerindra Sergai sekaligus Anggota DPRD Sumatera Utara, Budi SE, MM, turun langsung meninjau wilayah terdampak banjir. Wajahnya terlihat ikut larut dalam kesedihan warga. Bersama pengurus DPC, PAC, dan anggota DPRD Sergai Fraksi Gerindra, Hengki Sirait, ia memantau proses pendistribusian bantuan dari pagi hingga malam.


“Kami sangat prihatin melihat kondisi saudara-saudara kita. Hujan yang tak kunjung berhenti sejak tanggal 26 membuat banyak keluarga kesulitan. Posko ini kami buka sebagai tanggung jawab moral untuk hadir di tengah rakyat,” ujar Budi dengan nada penuh keharuan.


Di posko dapur umum itu, para relawan bekerja tanpa kenal lelah. Tangan-tangan mereka bergerak cepat memotong sayur, memasak nasi, mengemas lauk, hingga mengantar makanan ke lokasi yang tidak bisa dijangkau banyak pihak.

Mereka basah, lelah, namun tak berhenti berupaya menguatkan sesama.
Harapan Warga: Pemerintah Hadir dengan Solusi Nyata
Di balik gerakan solidaritas dari berbagai pihak, warga menyimpan kegelisahan yang lebih dalam.

Mereka berharap pemerintah daerah tidak lagi hanya hadir ketika banjir sudah terjadi, tetapi membangun solusi jangka panjang yang benar-benar menyentuh akar masalah.
Tahun demi tahun, warga di banyak kecamatan menghadapi banjir yang semakin parah.

Infrastruktur dasar yang belum memadai, drainase yang tidak bekerja maksimal, normalisasi sungai yang berjalan lambat, serta rusaknya lingkungan semua menjadi keresahan yang tak pernah selesai.
Masyarakat berharap bencana ini menjadi titik balik, bukan sekadar rutinitas musiman.
Warga Menangis Haru: “Terima Kasih, Ini Sangat Berarti”
Di tengah rasa takut dan lelah, banyak warga tidak mampu menyembunyikan haru ketika menerima makanan dari dapur umum Gerindra.


“Terima kasih banyak… kami bingung harus bagaimana. Rumah terendam, dapur tidak bisa dipakai. Makanan ini sangat berarti bagi kami,” ucap seorang ibu sambil menahan air mata.
Beberapa kepala keluarga mengaku sudah tiga hari hampir tidak bisa memasak karena seluruh perabot terendam air.

Bantuan makanan, air minum, dan dukungan moral dari posko Gerindra menjadi secercah harapan di tengah gelapnya langit dan derasnya hujan.
Kesedihan yang Mengikat Kebersamaan
Banjir kali ini bukan hanya menguji fisik dan harta benda, tetapi juga batin. Namun di balik duka, tampak jelas bahwa kepedulian masyarakat Sergai masih sangat kuat.

Relawan, warga, dan pihak yang peduli saling menopang, saling menguatkan.
Selama hujan belum berhenti, kecemasan masih menyelimuti warga. Namun mereka merasa sedikit lebih tegar, karena tahu bahwa mereka tidak sendirian menghadapi bencana ini.


Air memang naik, rumah banyak terendam, tetapi semangat gotong royong membuat harapan tetap hidup.

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

Screenshot 2026-04-27 215628
Rapat Paripurna DPRD Medan Bahas LKPJ 2025, Zulkarnaen Cs Tegaskan Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas
679561356_1287673413455427_8998992990091962006_n
Wabup Atika Terima Kedatangan JCH Madina di Asrama Haji Medan
WhatsApp Image 2026-04-27 at 20.38
Bupati Labusel Fery Sahputra Simatupang Hadiri Peletakan Batu Pertama SMP IT Al Washliyah Boarding School
WhatsApp Image 2026-04-27 at 20.17
Fraksi Gerindra Sebut Walikota Binjai Pengecut
Screenshot 2026-04-27 205011
Ketua Komisi E DPRD Sumut HM Subandi Sidak Menu MBG di SMA 5 Medan, Tegaskan Tak Boleh Ada Pengurangan Porsi
WhatsApp Image 2026-04-27 at 20.39
Sugiat Santoso Optimis, Saatnya Nanti Kader HMI Bisa Menjadi Presiden
IMG-20260427-WA0089-1536x864
H Zulkarnaen SKM Minta Pemko Medan Segera Merealisasikan Pembangunan Kolam Retensi di Medan Tembung
WhatsApp Image 2026-04-27 at 19.25
Respon Cepat, Anggota DPR RI Sabam Rajagukguk Beri Bantuan Sepatu Kepada 117 Siswa SD di Samosir
683162003_18214343875324698_4995610433111976960_n
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu Terima Penghargaan Juara II Nasional Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting 2026
Screenshot 2026-04-27 213521
Mewakili Batubara Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal Terima Penghargaan Juara III Creative Financing Nasional 2026
Polling