Gerindrasumut.id | Tarutung Senin 12 Januari 2026 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Utara menghadiri kegiatan Dialog Kebangsaan yang digelar sebagai forum strategis membahas isu lingkungan hidup, kehutanan, pertanian berkelanjutan, serta penanganan bencana di Sumatera Utara.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD Gerindra Sumut Ade Jona Prasetio, yang juga merupakan Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra. Turut hadir Sekretaris DPD Gerindra Sumut Sugiat Santoso, Wakil Ketua DPR RI Komisi XIII Fraksi Gerindra, Bendahara DPD Gerindra Sumut Yin MAP, jajaran pengurus DPD Gerindra Sumut, serta sejumlah kepala daerah dari wilayah terdampak bencana.

Dalam sambutannya, Ade Jona Prasetio menegaskan bahwa Dialog Kebangsaan ini merupakan wujud nyata komitmen Partai Gerindra dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan. Menurutnya, isu lingkungan dan pertanian tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan rakyat.
“Gerindra hadir untuk memastikan bahwa kebijakan pembangunan tetap berpihak kepada rakyat, menjaga kelestarian alam, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama,” ujar Ade Jona.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan di Gedung Raja Pontas Lumban Tobing, Tarutung, melalui Dialog Nasional yang secara khusus membahas pemulihan pascabencana. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Utara menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana serta meminimalisir risiko di masa depan.
Dialog ini juga menghadirkan Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Kehutanan, dan Wakil Menteri Pertanian, yang memaparkan arah kebijakan pemerintah terkait pelestarian lingkungan, pengelolaan hutan, serta penguatan sektor pertanian berkelanjutan sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.
Diskusi interaktif bersama para kepala daerah terdampak bencana turut digelar untuk menyerap aspirasi, kendala, dan kebutuhan riil di lapangan agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.
Kegiatan Dialog Kebangsaan ditutup dengan keynote speech Hashim Djojohadikusumo, yang menegaskan pentingnya pendekatan terpadu, berkelanjutan, dan berbasis data dalam penanganan pascabencana. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial kepada daerah dan masyarakat terdampak sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran negara di tengah rakyat.
