Gerindrasumut.id | Labusel Rabu 7 Januari 2026 Menjelang senja di taman perkantoran Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, suasana tampak berbeda dari biasanya. Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, duduk bersahaja sambil menyeruput kopi hangat, berbincang dari hati ke hati bersama para pejuang kebersihan daerah.
Tanpa sekat dan tanpa jarak, Bupati Fery Sahputra duduk bersama 107 petugas kebersihan dan pengangkut sampah serta 6 penata taman. Wajah-wajah lelah yang baru saja menuntaskan tugas harian terlihat jelas, namun di baliknya terpancar ketulusan dan semangat pengabdian untuk Labuhanbatu Selatan.
Dalam suasana santai dan penuh kehangatan, Bupati menyampaikan bahwa dirinya melihat langsung orang-orang hebat yang selama ini bekerja dalam senyap. Sejak pagi hingga sore hari, mereka menyusuri jalanan, bergulat dengan panas, debu, dan keterbatasan demi satu tujuan sederhana namun mulia: menjaga Labusel tetap bersih dan tertata.
“Sore ini bukan sekadar pertemuan, tetapi ungkapan rasa hormat dan terima kasih yang paling tulus,” ungkap Bupati. Ia menegaskan bahwa sering kali jasa terbesar justru datang dari mereka yang jarang disebut namanya.
Berbagai cerita kehidupan mengalir dalam obrolan sore itu. Tentang perjalanan panjang, masa-masa sulit, hingga penghasilan yang dahulu hanya cukup untuk bertahan. Namun, keterbatasan tersebut tidak pernah memadamkan harapan. Anak-anak mereka dapat bersekolah, tumbuh, dan menatap masa depan, yang menurut Bupati merupakan kemenangan sejati dari kerja keras dan pengabdian.
Bupati Fery Sahputra juga menyinggung capaian Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan (DLHP) yang berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga lebih dari 100 persen. Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan buah dari kerja keras para petugas di lapangan.
“Tanpa bapak dan ibu semua, pencapaian ini tidak mungkin terwujud,” tegasnya.
Momen haru terjadi ketika salah seorang petugas menyampaikan terima kasih karena Bupati bersedia duduk sejajar dan mendengarkan keluh kesah mereka. Namun bagi Bupati, justru dari pertemuan sederhana itulah ia banyak belajar bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang jarak dan formalitas, melainkan tentang kehadiran.
Sore itu menjadi pengingat bahwa Labuhanbatu Selatan akan terus bergerak maju jika dibangun di atas rasa saling menghargai. Dari obrolan sederhana di waktu senja, tumbuh kepercayaan, tumbuh semangat, dan tumbuh keyakinan bahwa Labusel adalah rumah bersama yang harus dirawat dengan kerja, dengan hati, dan dengan keikhlasan
