Bupati Tapsel Buka-bukaan: Bongkar 11 Nama Pengusaha Penebang Hutan Diduga Penyebab Banjir Sumatera

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | Tapsel Kabar mengenai penyegelan sejumlah area konsesi dan Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di Sumatera mendapat tanggapan mengejutkan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Bupati Tapanuli SelatanGus Irawan Pasaribu, akhirnya blak-blakan membongkar daftar nama 11 Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) yang diduga terlibat dalam aktivitas pembalakan liar, pemicu utama bencana banjir dan longsor yang parah di wilayah tersebut.

Dugaan kuat keterlibatan praktik pembalakan liar ini muncul setelah terlihatnya gelondongan kayu berserakan secara masif pasca-banjir bandang yang melanda Tapsel.

Pemkab Tapsel Luput dari Keterlibatan Izin

Dalam keterangannya kepada Tribun-medan.com pada Jumat (5/12/2025) malam, Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapsel sama sekali tidak dilibatkan dalam proses pemberian izin kepada para pengusaha tersebut.

“Untuk PHAT, Pemkab Tapsel tidak dilibatkan sama sekali. Karena saya sangat concern dengan penebangan kayu ini,” kata Gus Irawan.

Bupati Gus Irawan juga menambahkan bahwa kewenangan penuh untuk nama-nama perusahaan korporasi (selain PHAT) sepenuhnya berada di tangan Kementerian Kehutanan.

Hal ini mengindikasikan bahwa perizinan penebangan hutan skala besar di wilayah Tapsel berjalan tanpa sepengetahuan atau koordinasi dengan pemerintah daerah.

Rahasia yang Sulit Dibongkar: Surat Tiga Kali ke Kemenhut

Gus Irawan mengungkapkan betapa sulitnya Pemkab Tapsel mendapatkan akses ke daftar nama-nama PHAT yang beroperasi di wilayahnya.

Daftar nama ini bahkan sempat menjadi “rahasia” bagi Pemkab sendiri.

Demi mendapatkan data yang krusial tersebut, Gus Irawan terpaksa memerintahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Tapsel, Ongku Muda Atas, untuk secara resmi menyurati Kemenhut.

“Saya perintahkan untuk meminta daftar PHAT yang terdaftar di SIPUHH (Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan) ke Kemenhut. Sudah dua kali tak direspons dan akhirnya pada surat yang ketiga, permintaan oleh Sekda baru diberikan,” ungkapnya penuh penekanan.

Bupati Tapsel menambahkan, karena tidak dilibatkan, pihaknya tidak mengetahui sejak kapan izin-izin PHAT tersebut diterbitkan oleh Kemenhut.

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

1000103864-94342e88-default
Safari Ramadan di Pematangsiantar, Wali Kota Wesly Silalahi Salurkan Hibah Rp30 Juta dan Santunan Anak Yatim
642978404_18439332790114334_8387169257646636045_n
Sugiat Santoso: Ramadhan Momentum Pererat Silaturahmi, DPD Gerindra Sumut Bagikan 1.000 Takjil dan 150 Sembako
WhatsApp Image 2026-03-07 at 07.31
Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup
IMG-20260304-WA0011-1536x1024
Bupati Labusel Fery Sahputra Simatupang Perkuat Sinergi dengan BNN Labura untuk Perang Melawan Narkoba
audiensi
Bupati Labuhanbatu Sambut Audiensi BNNK Labura, Dukung Pendirian BNN Kabupaten di Rantauprapat
sekretaris-komisi-b-dprd-sumut-gusmiyadi-dok-pribadi_169 (1)
Gerindra Siantar Nilai PDIP Ungkit Anggaran MBG Hanya untuk Cari Perhatian
WhatsApp Image 2026-03-06 at 12.03
Ade Jona Prasetyo: Pastikan Stok BBM Aman, Warga Medan Diminta Tidak Panic Buying
647131716_1247028660853236_6475184398145026117_n
Wabup Madina Tindak Lanjuti Pesan Presiden untuk Pantau Harga Sembako
MHD09514
Muhri Fauzi Hafiz: JMSI Sumut Harus Terus Jaga Etika dan Profesionalisme Pemberitaan
1000334761
Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution Siap Wujudkan Program Prabowo: Kesehatan Murah untuk Masyarakat
Polling