Gerindrasumut.id | Medan – Minggu 1 Maret 2026 Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara sekaligus Anggota Komisi XII DPR RI, Ade Jona Prasetyo, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, polemik yang berkembang terkait sumber pendanaan MBG, khususnya tudingan bahwa program tersebut berasal dari pemotongan dana pendidikan, adalah narasi yang tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan masyarakat.
“Program ini untuk anak-anak Indonesia. Jangan sampai isu yang tidak benar justru menciptakan kegaduhan dan ketakutan di tengah masyarakat,” tegas Ade Jona, Minggu (1/3/2026).
Ade Jona menyampaikan bahwa fokus Gerindra Sumut adalah memastikan program MBG tepat sasaran dan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan. Ia ingin pelaku usaha lokal seperti pedagang pasar, peternak telur, hingga petani sayur dilibatkan secara langsung dalam rantai distribusi.
“MBG bukan hanya soal gizi anak-anak, tetapi juga tentang bagaimana ekonomi rakyat bergerak. Ini program yang menyentuh dua sisi sekaligus: kesehatan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Terkait pernyataan sejumlah politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), seperti Maria Yohana Esti Wijayanti dan Adian Napitupulu yang menyebut dana MBG berasal dari pemotongan anggaran pendidikan, Ade Jona menilai tudingan tersebut telah dijawab secara tegas oleh pemerintah.
Ia merujuk pada pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang memastikan bahwa program MBG tidak mengambil alokasi dana pendidikan dan tetap berjalan beriringan dengan penguatan infrastruktur serta bantuan pendidikan.
“Sudah ada klarifikasi resmi dari pemerintah. Jadi tidak perlu lagi ada framing seolah-olah program makan bergizi ini mengorbankan masa depan pendidikan anak bangsa. Justru keduanya berjalan simultan,” katanya.
Sebagai anggota Komisi XII DPR RI, Ade Jona memastikan mekanisme pengawasan program MBG dilakukan secara ketat. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran dipantau oleh instansi terkait dan DPR RI.
“Kalau ada yang mencoba bermain-main dengan gizi anak-anak kita, kami yang pertama bersuara. Tapi jangan pula ada instruksi berlebihan yang menimbulkan kesan seolah-olah program ini bermasalah sejak awal,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh kader Gerindra Sumut untuk aktif melakukan sosialisasi dan memastikan pendataan penerima manfaat di desa-desa berjalan akurat.
“Kader Gerindra harus menjadi mata dan telinga rakyat. Pastikan anak-anak di pelosok Sumut benar-benar menerima hak gizinya,” tutup Ade Jona.
Dengan penegasan tersebut, Gerindra Sumut menilai polemik yang digulirkan sebagian pihak seharusnya tidak lagi menjadi konsumsi politik, melainkan digantikan dengan komitmen bersama untuk mengawal program pro-rakyat agar berjalan maksimal dan transparan.Red
