Gerindrasumut.id | BATU BARA – Rabu 18 Februari 2026 Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., memimpin langsung pelaksanaan Tradisi Kenduri Mogang dan Mandi Balimau Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 yang digelar di Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (16/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penutupan Pesta Tapai sekaligus menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Tradisi yang sarat nilai budaya dan religius tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan penyembelihan lima ekor sapi. Satu ekor sapi diperuntukkan untuk makan bersama dalam Kenduri Mogang, sementara empat ekor lainnya dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi menjelang Ramadan.

Rangkaian acara juga diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk, M.A. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, serta meningkatkan kualitas ibadah.
Prosesi Mandi Balimau turut diikuti oleh Bupati Baharuddin bersama Ny. Henny Heridawaty Baharuddin, Wakil Bupati Syafrizal dan Ny. Leli Syafrizal, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan organisasi kemasyarakatan. Prosesi ini menjadi simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua dan Staf Ahli TP PKK Kabupaten Batu Bara, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Pematangsiantar, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Ir. Yahdi Khoir, unsur Forkopimda, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Batu Bara Nurhaji, serta berbagai organisasi kemasyarakatan se-Kabupaten Batu Bara.
Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin Siagian menyampaikan harapannya agar tradisi Kenduri Mogang dan Mandi Balimau terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
“Melalui tradisi ini, kita ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta menjaga kearifan lokal. Semoga Batu Bara semakin religius, berbudaya, dan bahagia,” ujar Bupati.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Batu Bara menegaskan komitmennya dalam menjaga harmoni antara nilai budaya, tradisi, dan kehidupan beragama di tengah masyarakat.R
