Gerindrasumut.id | Lubuk Pakam – Jumat 13 Februari 2026 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang menerima bantuan stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana Hidrometeorologi dari pemerintah pusat.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI Erwansyah bersama Dewan Pengarah BNPB, Victor Rembeth dan diterima oleh Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS di Aula Cendana, Lantai I, Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (13/2/2026).
“Terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Pemkab Deli Serdang telah mengusulkan rumah rusak ringan sebanyak 69 unit, rusak sedang sebanyak lima unit dan rusak berat delapan unit,” ungkap Wabup.
Total bantuan yang diterima Kabupaten Deli Serdang kali ini berkisar Rp1,1 miliar dengan rincian untuk rusak ringan sebanyak 64 unit dan rusak sedang lima unit.
Kepada masyarakat penerima manfaat, Wabup mengimbau agar memanfaatkan bantuan tersebut sesuai peruntukan, sehingga rumah dapat kembali ditempati secara layak.
“Saya berharap bantuan ini dimanfaatkan dan dimaksimalkan untuk perbaikan rumah masing-masing, sehingga rumah dapat ditempati kembali secara layak,” tegas Wabup.
Pemkab Deli Serdang akan memantau dan mengawasi penggunaan dana bantuan tersebut agar benar-benar digunakan untuk perbaikan rumah warga.
“Kami akan memantau agar dana yang diberikan betul-betul digunakan untuk perbaikan rumah. Pemerintah akan mengawasi agar bantuan ini tepat guna,” pungkas Wabup.
Melalui penyerahan bantuan stimulan tersebut, pemerintah pusat bersama Pemkab Deli Serdang berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan cepat, sehingga masyarakat terdampak dapat kembali hidup normal dengan hunian yang lebih aman dan layak.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Prof Dr Pratikno MSocSc yang memimpin prosesi penyerahan bantuan secara nasional di Kabupaten Tapanuli Utara secara zoom meeting mengemukakan, Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto meminta agar pemerintah segera memulihkan kehidupan masyarakat kembali normal. Namun lebih dari itu, pemulihan harus dilakukan dengan prinsip build back better, yakni membangun kembali dengan lebih baik dan lebih tangguh.
“Bukan hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik, membangun lebih tangguh. Setiap ujian akan mengasah kita menjadi lebih kuat,” tegasnya.
Dijelaskan, bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia merupakan anomali alam yang luar biasa. Dampak bencana dirasakan hampir merata di berbagai provinsi, mulai dari wilayah Maluku, Sulawesi, Kalimantan hingga Pulau Jawa, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.Red
Sumber :Diskominfo Deliserdang
