Wabup: Kemampuan Berpikir Kreatif dan Inovatif Jawab Tantangan Zaman

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | Lubuk Pakam – Kamis 5 Februari 2026 Di tengah perubahan global yang cepat, disrupsi teknologi, serta dinamika sosial-politik yang semakin kompleks, dibutuhkan kader-kader muda yang memiliki kedalaman berpikir, kejernihan analisis, serta keberanian dalam merumuskan gagasan-gagasan besar.

Intelektualisme kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tidak cukup berhenti pada tataran wacana, namun harus diwujudkan dalam bentuk konsep, kebijakan, dan gerakan nyata yang solutif.

Kemampuan berpikir kreatif dan inovatif, termasuk berpikir out of the box, menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki kader untuk menjawab berbagai tantangan zaman.

“Berpikir kreatif akan membuka cara-cara baru dalam menemukan solusi atas persoalan umat, bangsa, dan dunia. Ini menjadi sangat penting, khususnya bagi kader HMI sebagai agen perubahan,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS di Opening Ceremony Latihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional HMI Cabang Deli Serdang Periode 2024–2025 di Aula Cadika, Lubuk Pakam, Kamis (5/2/2026).

Latihan Kader II, jelas Wabup, merupakan fase strategis dalam pembentukan middle leader, yakni kader yang tidak hanya mampu memimpin diri sendiri, tetapi juga mengelola organisasi, membangun sistem, serta menjadi penghubung antara gagasan dan aksi nyata.

Pada tahap ini pula proses pemetaan peradaban dimulai, dengan membaca realitas sosial dan menerjemahkannya ke dalam rumusan pemikiran serta strategi organisasi.

Sejalan dengan tema kegiatan, “Terbinanya Kader HMI yang Mempunyai Kemampuan Intelektual untuk Memetakan Peradaban dan Memformulasikan Gagasan dalam Lingkup Organisasi”, Wabup menekankan, kader HMI dituntut tidak hanya bersikap kritis, tetapi juga mampu memahami arah peradaban serta merumuskan gagasan yang aplikatif dan solutif dalam penguatan organisasi.

“HMI adalah kawah candradimuka lahirnya banyak pemimpin bangsa. Namun sejarah saja tidak cukup untuk dibanggakan, sejarah itu harus dilanjutkan dengan kualitas kader yang relevan dengan zamannya,” tegas Wabup.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, kata Wabup, memandang mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Oleh karena itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi, diskusi, serta kontribusi pemikiran dari kalangan mahasiswa.

“Pembangunan daerah membutuhkan ide-ide segar yang lahir dari nalar kritis dan kepedulian sosial,” tambah Wabup.

Melalui Latihan Kader II diharapkan akan lahir kader-kader HMI yang berintegritas, berwawasan luas, mampu memetakan arah peradaban, serta terampil dalam memformulasikan gagasan organisasi demi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa.Red

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

WhatsApp Image 2026-02-05 at 17.44
DPD Gerindra Sumut Bersama Kojira Salurkan Sembako untuk Ojol di HUT ke-18 Partai Gerindra
WhatsApp Image 2026-02-05 at 15.22
Sayap Partai Kompak  : Kesehatan Indonesia Raya ( Kesira ) HUT Ke 18 partai Gerindra memberikan Bantuan Kepada Masyarakat
WhatsApp Image 2026-02-05 at 12.21
Sayap Partai Bergerak : Hari ke-5 HUT Ke 18 Gerindra, PPIR Sumut Hadir untuk Korban Banjir
WhatsApp Image 2026-02-05 at 12.02
Semarak HUT Gerindra ke-18, Indra Gunawan Hiasi Kota Tebing Tinggi dengan Spanduk dan Umbul-Umbul
WhatsApp Image 2026-02-05 at 16.31
Wabup: Kemampuan Berpikir Kreatif dan Inovatif Jawab Tantangan Zaman
Screenshot 2026-02-05 112159
Bupati Karo Pimpin Rapat Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah
627018124_1981817042548319_2309563848473531059_n
Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara Hadiri Rapat Klarifikasi Proyek KPBU Penerangan Jalan di Kemenkeu RI
626975058_18433532113114334_8953304603562753886_n
HUT Gerindra ke-18, PIRA Sumut Bagikan 200 Paket Sembako untuk Penarik Betor di Medan
Gubernur-terima-Audiensi-Bank-Sumut-4
Tegas, Bobby Nasution Minta Dirut Baru Bawa Bank Sumut Lebih Progresif di Sektor Keuangan
626567111_18393583783197981_2510682129514870357_n
Presiden Prabowo Tegaskan Diplomasi Realistis dan Prinsip Kehati-hatian Indonesia dalam Board of Peace
Polling