Gerindrasumut.id | Batubara Kamis 22 Januari 2026 Pemerintah Kabupaten Batu Bara menunjukkan komitmen serius dalam menjamin kehalalan proses pemotongan hewan dengan merencanakan kerja sama bersama Juru Sembelih Halal (JULEHA) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kerja sama tersebut akan diwujudkan melalui pelatihan serentak bagi para juru sembelih yang disertai dengan pemberian sertifikat juru sembelih halal sebagai bagian dari pemenuhan standar administrasi dan profesionalisme.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, S.E., M.AP., saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) JULEHA Kabupaten Batu Bara sekaligus Pelatihan Juru Sembelih Halal Tahun 2026, yang digelar di Desa Dahari Indah, Kecamatan Talawi. Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Juru Sembelih Halal yang Profesional, Amanah, dan Bersertifikat”.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Setdakab Batu Bara Rusian Heri, Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Batu Bara Antoni Ritonga, Sekretaris DPW JULEHA Sumatera Utara Ustadz Muhammad Agung, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Batu Bara Khaidir Jumu’ah.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muammar Khadafi, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus DPD JULEHA Kabupaten Batu Bara yang dilakukan oleh Sekretaris DPW JULEHA Sumatera Utara, Ustadz Muhammad Agung. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Rahmad resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPD JULEHA Kabupaten Batu Bara.
Pelantikan ini menjadi wujud komitmen JULEHA dalam menjamin kehalalan daging yang dikonsumsi masyarakat Muslim melalui proses penyembelihan yang sesuai dengan prinsip syariat Islam serta standar kesehatan.
Dalam sambutannya, Ketua DPD JULEHA Kabupaten Batu Bara, Ustadz Rahmad, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berharap JULEHA Batu Bara dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Ustadz Rahmad menegaskan bahwa JULEHA hadir untuk merangkul seluruh juru sembelih di Kabupaten Batu Bara, bukan untuk memecah belah. Menurutnya, JULEHA bertujuan menyatukan serta memberikan edukasi dan pemahaman yang benar terkait penyembelihan halal. Ia juga berharap ke depan JULEHA dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Kementerian Agama, dan MUI dalam memastikan keabsahan proses penyembelihan sesuai syariat Islam.
Sementara itu, Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal mengapresiasi kehadiran dan peran JULEHA dalam mengawal proses pemotongan hewan secara halal. Ia menekankan pentingnya para juru sembelih mengikuti pelatihan dengan serius agar pelaksanaan penyembelihan benar-benar sesuai syariat Islam, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Wabup Syafrizal juga menyoroti masih adanya isu di tengah masyarakat terkait kehalalan proses pemotongan hewan, khususnya unggas. Oleh karena itu, ia meminta pengurus JULEHA Kabupaten Batu Bara untuk mendata seluruh tempat pemotongan hewan dan memastikan setiap proses penyembelihan dilakukan secara halal dan sesuai ketentuan yang berlaku.
