Gerindrasumut.id | Tarutung Senin 12 Januari 2026 Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Hashim Djojohadikusumo mengikuti kegiatan penanaman sejuta pohon yang digelar di Kompleks Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Pad Minggu (11/1/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional pelestarian lingkungan yang diinisiasi Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira).
Usai melakukan penanaman pohon, Gubernur Bobby Nasution dan Hashim Djojohadikusumo menghadiri dialog nasional bertajuk “Lingkungan Hidup dan Iklim” yang berlangsung di Gedung Raja Pontas Lumban Tobing, Kompleks Kantor Pusat HKBP, Tarutung. Dalam dialog tersebut, Gubernur Bobby menegaskan bahwa menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan tugas dan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.

“Dengan menjaga solidaritas, semua elemen perlu menjaga dan mencintai alam. Bukan hanya lapisan terbawah atau lapisan atas saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat, termasuk organisasi, harus memiliki gerakan bersama dalam menjaga lingkungan,” ujar Bobby.
Ia juga menekankan bahwa seluruh kepala daerah dan Forkopimda se-Sumut kompak serta siap menjalankan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, termasuk program strategis di bidang pelestarian lingkungan. Menurutnya, bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak.
“Bencana ini menjadi pelajaran besar. Bukan hanya bagaimana menangani bencana, tetapi bagaimana kita mengantisipasi bencana alam melalui upaya menjaga dan merawat lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat mitigasi bencana sebagai langkah strategis menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Ia menilai, bencana alam akan terus terjadi di masa depan dan perlu disikapi dengan kesiapan yang matang.
“Bencana alam pasti akan terus terjadi akibat perubahan iklim. Yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri agar dampaknya dapat diminimalisir. Apa yang dialami Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat menjadi pembelajaran bagi seluruh Indonesia,” kata Hashim.
Selain mitigasi bencana, Hashim juga mengingatkan pentingnya menjaga stok pangan nasional serta memperkuat sistem penanggulangan bencana sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan bangsa.
“Ini adalah bagian dari menjaga ketahanan bangsa secara menyeluruh,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Kehutanan Rokhmat Marzuki, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Ephorus HKBP Pdt Dr Viktor Tinambunan, serta para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara.
