Kegiatan Mangrove Culture Festival : Kabupaten Batu Bara Suplai Karbon untuk Dunia

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | Batubara- Hutan Mangrove Kabupaten Batu Bara berpotensi akan menjadi penyerap karbon dioksida (CO2) salah satu terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Batu Bara terus-menerus melakukan upaya pelestarian hutan mangrove yang sebagaimana diketahui, Kabupaten Batu Bara mempunyai panjang garis pantai sepanjang 63 km yang langsung berbatasan dengan Selat Malaka.

Salah satu upaya pelestarian hutan mangrove dengan menggelar Mangrove Culture Festival pertama yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara berkolaborasi dengan Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (Yakopi) di kawasan Pantai Sejarah, Sabtu (19/07/2025).

Mangrove Culture Festival dibuka langsung oleh Bupati Batu Bara Bapak H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si dan Wakil Bupati Bapak Syafrizal, SE, M.AP dengan agenda kegiatan pertama jalan santai bersama yang diikuti ribuan peserta, acara lucky draw dengan hadiah utama sepeda sport, kulkas, mesin cuci dan ratusan hadiah menarik lainnya.

Kegiatan selanjutnya menanam pohon mangrove yang dilakukan Bupati, Wakil Bupati, Direktur Yakopi, unsur Forkopimda Batu Bara dan para penggiat pelestari pesisir sebagai wujud pelestarian hutan mangrove yang saat ini total hutan mangrove di Kabupaten Batu Bara seluas 576 ha dan akan terus diperluas sepanjang pesisir pantai Kabupaten Batu Bara yang diperkirakan bisa mencapai puluhan ribu hektar.

Dengan luas hutan mangrove 576 ha dan jumlah pohon mangrove dalam satu hektar diperkirakan 2.500 per hektar dan daya serap sekitar 6.048 ton karbon dioksida per hektar. Sehingga dapat dikalkulasikan potensi saat ini hutan mangrove di Kabupaten Batu Bara dapat menyerap karbon dioksida sebanyak 3.483.648 ton.

Dalam sambutannya, Bupati Batu Bara Bapak Baharuddin Siagian menekankan pentingnya pelestarian hutan mangrove di Kabupaten Batu Bara.

“Karena, hutan mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer, bahkan lebih efektif daripada hutan daratan. Proses ini terjadi melalui fotosintesis, dimana tumbuhan mangrove mengubah karbon anorganik (CO2) menjadi karbon organik dalam bentuk bahan vegetasi,” ujar Bupati Batu Bara.

Selanjutnya, Bupati Batu Bara Bapak Baharuddin Siagian menyebutkan bahwa hutan mangrove di kawasan Pantai Sejarah tidak kalah baiknya dengan hutan mangrove di tempat lainnya.

“Karena potensinya yang besar dan setiap beberapa periode musim (periode Oktober-Mei) burung-burung dari luar negeri yang sebagian besar dari Benua Australia yang melakukan imigrasi ke kawasan hutan mangrove di kawasan Pantai Sejarah,” lanjutnya.

Bupati Batu Bara Bapak Baharuddin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Batu Bara yang sudah ikut menjaga dan melestarikan hutan mangrove. Serta, menjaga burung-burung yang berimigrasi di kawasan hutan mangrove Pantai Sejarah.

Selanjutnya Direktur Yakopi Bapak Eling Tuhono mengatakan Mangrove Culture Festival ini diawali dengan hibah yang diberikan oleh Kementerian Kebudayaan, dan alasan kenapa dilaksanakan di Batu Bara merupakan hasil analisa dan penilaian Yakopi, selain itu juga disebutkan karena kegiatan pertama Yakopi dilakukan di Pantai Sejarah Kabupaten Batu Bara.

“Ini merupakan langkah awal Yakopi kembali ke Kabupaten Batu Bara untuk bekerja sama dengan Pemkab Batu Bara melaksanakan Mangrove Culture Festival. Jadi Mangrove Culture Festival ini kami berusaha meramu, meramu tentang kegiatan restorasi kemudian menggabungkan dengan kebudayaan masyarakat terutama masyarakat pesisir dan tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat yang sejahtera,” ujar Bapak Eling Tuhono.

Selanjutnya dirinya juga mengucapkan terima kasih sekali kepada Bupati Batu Bara yang sudah dan akan mengagendakan kegiatan ini rutin setiap tahunnya.

“Kenapa harus mangrove, karena benteng utama masyarakat di pesisir adalah mangrove, yang merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir, masyarakat pesisir sangat identik dengan mangrove, jadi ini adalah benteng alami terutama terkait dengan perubahan iklim abrasi, kenaikan permukaan air laut, jadi benteng alami yang mudah dan memang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan menanam pohon mangrove daripada membuat benteng laut yang membutuhkan biaya yang besar,” lanjutnya.

Bapak Eling Tuhono menyebut mangrove ini merupakan sumber ekonomi bagi masyarakat, jika mangrove ini hidup maka akan banyak hewan yang bersimbiosis dengan mangrove akan ngikut nanti lambat laun.

“Jadi ini merupakan progres jangka panjang yang memang butuh kesabaran, sebab itu Yakopi hadir bekerja sama dengan masyarakat, jadi selain menanam mangrove kita juga harus perhatikan ekonomi masyarakat karena mangrove ini nanti akan berdampak minimal 3 sampai 10 tahun sehingga dampak ekonomi jelas, oleh sebab itu sambil menunggu Yakopi hadir membimbing masyarakat dengan meningkatkan potensi ekonomi masyarakat sekitar,” ungkap Bapak Eling Tuhono.

Direktur Yakopi itu juga berpesan kepada masyarakat pesisir untuk menjaga mangrove karena ini merupakan sumber kehidupan kita masyarakat pesisir.

Media Indonesia Raya / Batubara

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

IMG-20260728-WA0830
Sugiat Santoso Tegaskan Bahaya Main Hakim Sendiri dalam Sosialisasi Hukum Kementerian Hukum dan Komisi XIII DPR RI di UIN Sumut
IMG-20260728-WA0461
Bunda Yin : Gerindra Sumut Siap Dukung Tani Merdeka Indonesia Kawal Program Ketahanan Pangan Prabowo
Screenshot 2026-07-28 093952
Wali Kota Letnan Dalimunthe Perkuat Sinergi dengan UIN SYAHADA, Tegaskan Padangsidimpuan sebagai Kota Pendidikan Unggul
Oplus_131072
Piala Soeratin U13 dan U15 Labuhanbatu 2026 Resmi Bergulir, Abdul Karim Hasibuan Tegaskan Komitmen Pembinaan Sepak Bola Usia Muda
1785154174497
Sugiat Santoso Ajak Petani Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing pada Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV Sumut–Aceh
IMG-20260727-WA0566
H. M. Husni Dorong UMKM Sumut Naik Kelas Lewat Literasi Sadar Halal, Perkuat Daya Saing Produk Lokal
eks-jampidsus-febrie-adriansyah-tersangka-gerindra-dorong-evaluasi-total-sistem-pengawas-internal-kejaksaan-fbp
Sugiat Santoso: Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam hingga Tewas di Bali Langgar HAM, Pelaku Harus Diproses Hukum
Mendengar Langsung, Memperjuangkan Sepenuh Hati
H. Zulkarnaen Serap Aspirasi Warga Medan Perjuangan, Siap Perjuangkan Kepentingan Masyarakat di DPRD Kota Medan
Screenshot_20260726_231536_Facebook
Wali Kota Padangsidimpuan Hadiri Pelantikan MW KAHMI dan FORHATI Sumut, Perkuat Kolaborasi Membangun Generasi Berkualitas.
1003439180
Bunda Yin Hadiri Pelantikan FAI Deli Serdang, Swimming Competition 2026 Jadi Panggung Lahirnya Atlet Menuju Olimpiade
Polling