Gerindrasumut.id | Jakarta – Kamis 12 Maret 2026 Sebanyak 22 warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya berada di Iran akhirnya tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 18.53 WIB.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa total WNI yang dipulangkan dalam gelombang pertama berjumlah 32 orang. Dari jumlah tersebut, 22 orang telah tiba di Indonesia pada Selasa sore, sementara 10 WNI lainnya dijadwalkan menyusul pada Rabu (11/3/2026).

“Sore ini 22 warga negara kita sudah tiba di Indonesia dalam gelombang pertama. Besok akan menyusul 10 orang lagi dari Iran,” ujar Sugiono kepada awak media di Bandara Soekarno-Hatta.
Berdasarkan pemantauan pemerintah bersama perwakilan Indonesia di wilayah tersebut, kondisi di Iran hingga saat ini masih relatif terkendali. Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau masyarakat Indonesia agar berhati-hati apabila berencana melakukan perjalanan ke kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.
“Jika perjalanan tidak mendesak, sebaiknya ditunda hingga situasi benar-benar kondusif,” kata Sugiono.
Selain pemulangan gelombang pertama, pemerintah juga tengah menyiapkan proses repatriasi tahap berikutnya. Hingga Selasa sore, tercatat sudah ada 36 WNI yang berada di Iran mendaftarkan diri untuk pulang ke Indonesia melalui gelombang kedua.
Namun demikian, Sugiono belum dapat memastikan kapan pemulangan tahap kedua tersebut akan dilaksanakan. Menurutnya, keputusan tersebut sangat bergantung pada perkembangan situasi keamanan di lapangan.
Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan pemerintah antara lain kondisi keamanan di ibu kota Teheran, situasi di wilayah perbatasan, serta kondisi negara transit yang akan dilalui dalam perjalanan menuju Indonesia.
“Waktu pelaksanaannya masih menunggu perkembangan. Kita melihat situasi di Teheran, perbatasan, serta negara tujuan berikutnya. Mudah-mudahan bisa dilakukan dalam minggu ini,” jelasnya.
Sugiono juga menegaskan bahwa program repatriasi ini bersifat sukarela. Sebab, sebagian WNI yang berada di Iran masih berstatus bekerja, sehingga keputusan untuk pulang sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing individu sesuai dengan kondisi dan pertimbangan pribadi mereka.Red
