Kubu Anies dan Ganjar Minta MK Diskualifikasi Prabowo-Gibran, Yusril: Ini Aneh, Sikap yang Inkonsisten

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Wakil Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, permintaan kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendiskualifikasi Prabowo-Gibran adalah suatu keanehan.

Sebab, menurut dia, kedua kubu tersebut baru meminta Prabowo-Gibran didiskualifikasi setelah pemilihan presiden (Pilpres) 2024 selesai digelar, di mana Anies dan Ganjar kalah. Adapun gugatan sengketa Pilpres dari kubu Anies dan Ganjar sudah didaftarkan secara resmi ke MK.

Awalnya, Yusril mengatakan bahwa TKN Prabowo-Gibran akan menjawab secara resmi semua yang didalilkan pemohon, baik kubu Anies-Muhaimin maupun Ganjar-Mahfud, di persidangan. “Kami siap saja menyusun argumentasi hukum untuk mematahkan argumen yang dikemukakan oleh kedua pemohon. Tidak perlu ada kekhawatiran mengenai hal itu,” ujar Yusril saat dimintai konfirmasi, Minggu (24/3/2024).

Yusril menjelaskan bahwa secara umum, pihaknya dapat mengungkit Putusan MK No 90/PUU-XXI/2023 sebagai dasar pencalonan Gibran menjadi calon wakil presiden (cawapres). Putusan MK itu membolehkan seseorang dicalonkan sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden di bawah usia 40 tahun, sepanjang pernah atau sedang menjabat dalam jabatan yang dipilih melalui pemilu, termasuk pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Kalau Pak Gibran yang maju didasarkan atas putusan MK dan minta MK mendiskualifikasi, maka kedua pemohon sebenarnya tidak berhadapan dengan termohon KPU dan kami sebagai pihak terkait. Mereka berhadapan dengan MK sendiri. Nanti kita akan lihat bagaimana MK menyikapi permohonan ini,” kata Yusril.

“Apalagi kenyataannya, paslon 1 dan 3 juga ikut dalam kontestasi pilpres bersama-sama dengan Pak Gibran sebagai cawapres. Namun setelah kalah, malah minta MK mendiskualifikasi Pak Gibran. Ini suatu keanehan. Suatu sikap yang inkonsisten sebenarnya,” kata Yusril. “Kami berkeyakinan MK paham tentang kewenangannya, yakni untuk memeriksa dan memutus sengketa hasil pemilu, bukan sengketa proses yang bersifat administratif dan menjadi kewenangan lembaga lain,” ujarnya lagi.

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

IMG-20260516-WA0106
Presiden Resmikan Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih, Deli Serdang Siapkan 394 Koperasi
FunPic_20260515_183741686-4178657647
DPC Gerindra Sergai Resmi Salurkan KTA Digital Berchip kepada Ratusan Kader dan Simpatisan
Screenshot 2026-05-15 145754
Bupati Batu Bara Tinjau Langsung MTQ XIX, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani dan Berkarakter
Screenshot 2026-05-15 145319
Wali Kota Padangsidimpuan Tinjau Lokasi Pembangunan dan Perbaikan Jembatan, Prioritaskan Akses Jalan Usaha Tani Masyarakat
FB_IMG_1778722653352
Atika Tutup PMII Cup II, MAN 1 Panyabungan Juara Usai Taklukkan SMAN 1 Kotanopan 4-0
wakil-wali-kota-tanjungbalai-menerima-piagam-penghargaan-revitalisasi-bahasa-melayu-dialek-tanjungbalai-dari-balai-bahasa-provinsi-sumatera-utara-dNRtZ
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Penguatan Kompetensi Guru, Tanjungbalai Raih Penghargaan Revitalisasi Bahasa Melayu
WhatsApp Image 2026-05-13 at 20.21
Bupati dan Wakil Bupati Tampung Aspirasi Petani dan Peternak di Percut Sei Tuan
Screenshot 2026-05-13 105935
Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita: Anjangsana Jadi Momentum Pererat Sinergi Pemkab dan APDESI
Screenshot 2026-05-13 104456
Bupati Batu Bara Audiensi dengan Dirut PT Inalum, Perkuat Sinergi Program Perumahan, Pendidikan dan UMKM
2a3e5f5e-7690-4caa-aaa5-513d8f4fcdf6
Bupati Apresiasi Pengungkapan 89 Kg Sabu, Sanksi Berat Bagi ASN Terlibat
Polling