Gerindrasumut.id | Padangsidempuan – Kamis 5 Maret 2026 Pemerintah Kota Padangsidimpuan menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota, Rabu (4/3/2026), dipimpin langsung oleh Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, dan dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan H. Rahmat Marzuki Nasution, SH, MH, CGCAE, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera, Kepala Perum Bulog KC Padangsidimpuan Dido PS., Kepala Cabang Koordinator Bank Sumut Asrizal Hadi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Padangsidimpuan Aris Saryono, para Asisten, Staf Ahli, serta pimpinan OPD terkait.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai langkah konkret pengendalian inflasi, penguatan koordinasi antarinstansi, serta strategi menjaga kelancaran distribusi dan pasokan komoditas pangan strategis, seperti beras, cabai, bawang, minyak goreng, dan gula pasir.
Wali Kota Dr. H. Letnan Dalimunthe menegaskan bahwa HLM TPID memiliki arti yang sangat strategis dalam memastikan kondisi ekonomi daerah tetap stabil di tengah meningkatnya permintaan menjelang HBKN.
“Stabilitas harga bukan hanya soal angka inflasi, tetapi menyangkut kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang terjangkau. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama,” tegas Wali Kota.
“Saya minta TPID terus memperkuat pemantauan harga harian, memastikan distribusi berjalan lancar, serta mengoptimalkan Gerakan Pangan Murah agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan H. Rahmat Marzuki Nasution dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan HLM TPID bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan inflasi terkini, mengidentifikasi potensi risiko kenaikan harga menjelang HBKN, serta merumuskan langkah antisipatif yang terukur dan terpadu guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Kepala BPS Padangsidimpuan Aris Saryono yang juga bertindak sebagai narasumber memaparkan perkembangan inflasi daerah serta komoditas penyumbang utama. Ia menjelaskan pentingnya pemantauan harga secara rutin, penguatan koordinasi dengan distributor dan Bulog, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di sejumlah titik strategis sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat dan mencegah lonjakan harga yang berlebihan.
Selanjutnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera dalam paparannya menekankan pentingnya sinergi dan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta seluruh anggota TPID dalam menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang HBKN.
Ia menyampaikan bahwa stabilitas inflasi merupakan kunci dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, dipaparkan pula langkah strategis pengendalian inflasi melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), optimalisasi operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah, serta peningkatan kerja sama antar daerah (KAD) untuk memastikan kelancaran pasokan komoditas utama.
Bank Indonesia juga mendorong pemanfaatan data dan pemetaan risiko inflasi secara lebih terukur, sehingga kebijakan yang diambil TPID dapat lebih tepat sasaran, responsif, dan adaptif terhadap dinamika harga di lapangan.
Melalui HLM TPID ini, Pemerintah Kota Padangsidimpuan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan masyarakat dapat menjalani momentum Hari Besar Keagamaan Nasional dengan tenang dan nyaman.Red
