Gerindrasumut.id | Batangtoru Senin 5 Januari 2026 Kabar terbaru pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir di Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.
Pada Minggu (21/12/2025) lalu, tahap peletakan batu pertama sudah dilakukan.
Rencana pembangunan huntap bagi korban banjir Batangtoru sebanyak 227 rumah berada di Dusun Taman Sari, Hapesong Baru
Pembangunan huntap ini akan berdiri di atas lahan milik PTPN IV Regional I, Kebun Hapesong Afdeling II seluas lima hektare.
Kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel sudah melaju ke tahap selanjutnya.
Yakni, penandatangan kerja sama dengan pihak kontraktor bernama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Salah satu orang yang terlihat hadir dalam proses penandatangan huntap dari pihak Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia adalah Mujianto, konglomerat kontroversial asal Medan.
Bupati Tapsel Gus Irawan menjelaskan, pembangunan huntap bagi korban banjir di daerah aliran sungai (DAS) Batangtoru direncanakan rampung sebelum Lebaran 2025.
“Hari ini perjanjian sudah ditandatangani dengan pihak kontraktor. Meski pun kontrak perjanjiannya dalam empat bulan diselesaikan, saya berharap dua bulan sudah bisa ditempati warga sebelum Idul Fitri. Itu impian saya. Mohon doanya,” kata Gus Irawan, Senin (5/1/2026).
Target pembangunan huntap, lanjut Gus Irawan, akan dilakukan secara gotong royong dengan pihak kontraktor di lapangan.
Begitu pun, ia berharap cuaca di Batangtoru akan bersahabat selama proses pembangunan.
“Mudah-mudahan cuaca mendukung. Teman-teman optimistis bisa menyelesaikan dalam waktu dua bulan. Tapi sekali lagi jangan terpaku dengan waktu empat bulan. Kami akan mencoba melakukan percepatan agar bisa segera ditempati,” katanya.
Gus Irawan mengurai soal kemungkinan kendala yang dialami saat proses pembangunan huntap bagi warga di Batangtoru.
Seperti, kondisi jalan menuju lokasi pembangunan rawan licin dan sempit terutama ketika hujan turun.
“Apalagi kalau ketemu truk pembawa material yang pasti lalu-lalang, harus diatur karena jalannya sempit, tidak bisa berselisih jalan. Nanti akan kami lihat apa solusinya,” ujarnya.
Kondisi di Tapsel sejauh ini sedang berada di masa transisi menuju pemulihan. Masa tanggap darurat sudah berakhir pada 31 Desember 2025.
“Masa ini kami tempuh karena Tapsel tidak ada lagi desa yang terisolir, tidak ada lagi desa yang tidak dialiri listrik,” pungkas Gus Irawan.
