Gerindrasumut.id | Tapanuliselatan – Selasa 17 Maret 2026 Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menggelar acara buka puasa bersama dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), rektor perguruan tinggi, pimpinan perusahaan, serta instansi vertikal di Kabupaten Tapanuli Selatan, dalam suasana kebersamaan di bulan suci Ramadhan di Mesjid Syahrun Nur Sipirok, Senin (16/03/2026).

Dalam bimbingan dan arahannya, Bupati Gus Irawan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menuntaskan kegiatan Safari Ramadhan di seluruh 15 kecamatan yang ada di wilayah tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi dan lembaga yang telah berkontribusi dalam penanganan bencana yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Tapanuli Selatan dalam menghadapi bencana beberapa waktu lalu, termasuk BAZNAS dan berbagai organisasi yang telah memberikan dukungan,” ujar Gus Irawan.
Ia menjelaskan bahwa bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS sangat besar manfaatnya bagi masyarakat terdampak bencana. Bahkan, BAZNAS RI turut membangun 120 unit hunian tetap (huntap) lengkap dengan masjid di kawasan Aek Latong, Sipirok.

Selain pembangunan hunian, BAZNAS juga didorong untuk berperan dalam program pemberdayaan ekonomi umat, seperti pemanfaatan lahan untuk ditanami jagung serta pengembangan kolam perikanan bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, saat ini seluruh korban bencana sudah tidak ada lagi yang tinggal di pos pengungsian. Mereka telah menempati hunian sementara, bahkan sebagian sudah tinggal di hunian tetap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi,” ungkapnya.
Bupati juga menekankan pentingnya zakat sebagai instrumen dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi zakat di Indonesia sangat luar biasa. Ini adalah salah satu instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan. Tidak boleh ada yang hidup berlebihan sementara di sekitarnya masih ada masyarakat yang kekurangan,” tegasnya.
Di Tapanuli Selatan sendiri, kata Gus Irawan, sejak lama telah diterapkan pemotongan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji ASN yang kemudian disalurkan melalui BAZNAS.

Ia juga memaparkan bahwa dampak bencana cukup mempengaruhi perekonomian daerah. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan sempat melambat.
“Pada triwulan ketiga Tahun 2025 pertumbuhan ekonomi kita masih di atas lima persen. Namun pada triwulan keempat, karena bencana 25 November 2025 lalu, pertumbuhan sempat turun menjadi 2,39 persen. Syukurnya secara keseluruhan masih berada di angka sekitar 4,39 persen,” jelasnya.
Selain itu, lebih dari 3.000 hektare lahan persawahan di Tapanuli Selatan dilaporkan mengalami gagal panen akibat bencana tersebut.
Karena itu, Bupati berharap BAZNAS dapat memperkuat program zakat produktif untuk mendorong para mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki melalui pemberdayaan ekonomi.
“Kita ingin para mustahik ke depan bisa menjadi muzakki. Inilah semangat pemberdayaan yang harus terus kita dorong,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Tapanuli Selatan memiliki nilai kebersamaan yang kuat melalui falsafah Dalihan Natolu, sehingga diyakini mampu bangkit lebih kuat dan pulih lebih cepat dari berbagai tantangan.
Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan Ustadz Asef Syafa’at Siregar menyampaikan laporan program BAZNAS sejak dilantik pada 22 Oktober 2025 hingga saat ini.
Selama sekitar lima bulan, BAZNAS Tapanuli Selatan telah menyalurkan berbagai program bantuan, antara lain:
• Zakat Produktif sebesar Rp286.305.000 kepada 71 mustahik di 15 kecamatan.
• Zakat Konsumtif sebesar Rp53.200.000 kepada 152 mustahik di 15 kecamatan.
• Zakat Fitrah sebanyak 350 karung beras masing-masing 5 kilogram.
• Bantuan untuk 30 masjid, berupa 2 roll ambal, 50 mukena, 50 kain sarung, dan 10 Al-Qur’an untuk setiap masjid.
• Bantuan bencana alam sebesar Rp582.675.500 ditambah dukungan pembangunan hunian senilai sekitar Rp80 juta.
BAZNAS juga berkomitmen menyalurkan zakat secara transparan, tepat guna, dan tepat sasaran, serta terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Tapanuli Selatan.
“Kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar berkenan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah mencontohkan dengan menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS RI.
Ustadz Ahmad Siregar dalam Tausiyahnya mengingatkan pentingnya memaksimalkan ibadah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
“Rasulullah SAW ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Ketua TP PKK Tapsel Ny. Asri Murni Gus Irawan Pasaribu, Staf Ahli PKK Tapsel Ny Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, Ketua Darma Wanita Persatuan Tapsel Ny Ira Sofyan Adil Siregar, para staf ahli, asisten, pimpinan OPD, Kapolres, Kajari, Dandim 0212, Danyon C Brimobdasu, Subdenpom, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua Fraksi Gerindra Tapsel, KPU dan Bawaslu Tapanuli Selatan, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan perusahaan, serta berbagai instansi vertikal lainnya.Red
