Gerindrasumut.id | Batubara Minggu 18 Januari 2026 Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., secara resmi membuka Pesta Tapai Tahun 2026 yang digelar di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Kegiatan tahunan yang menjadi ikon budaya Kabupaten Batu Bara ini mengusung tema “Mo Kito Ramaikan” dan akan berlangsung selama satu bulan, mulai 17 Januari hingga 17 Februari 2026.
Malam pembukaan Pesta Tapai berlangsung meriah dan dihadiri oleh Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara Ny. Henny Heridawaty Baharuddin, Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara M. Safi’i, Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Yahdi Khoir, unsur Forkopimda, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Batu Bara Ny. Leli Syafrizal, Plh. Sekretaris Daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin Siagian menegaskan bahwa Pesta Tapai bukan sekadar pesta rakyat, melainkan simbol warisan budaya masyarakat Batu Bara yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa kedatukan sekitar tahun 1760-an. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam menyambut bulan suci Ramadan sekaligus momentum strategis dalam mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat.
“Pesta Tapai merupakan identitas budaya masyarakat Batu Bara yang harus terus kita jaga dan lestarikan. Selain memiliki nilai budaya yang tinggi, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Baharuddin.
Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, Bupati Baharuddin mengungkapkan bahwa berbagai upaya promosi telah dilakukan, di antaranya pemasangan baliho Pesta Tapai di sejumlah titik strategis di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, serta beberapa kabupaten/kota lainnya. Langkah ini bertujuan memperkenalkan Pesta Tapai sebagai agenda budaya unggulan Kabupaten Batu Bara di tingkat regional maupun nasional.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Batu Bara juga mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menciptakan kenyamanan bagi pengunjung, khususnya dengan menyeragamkan tarif parkir serta harga lemang dan tapai. Menurutnya, hal tersebut penting agar wisatawan merasa aman, nyaman, dan tidak dirugikan.
“Demi kenyamanan pengunjung, kita harus menyeragamkan tarif parkir agar tidak terlalu mahal serta menyeragamkan harga lemang berdasarkan ukuran. Dengan demikian, pengunjung merasa nyaman dan tidak dirugikan oleh praktik harga yang tidak wajar,” tegasnya.
Bupati Baharuddin juga menyayangkan masih adanya oknum yang berpotensi merusak citra pariwisata Kabupaten Batu Bara, termasuk tindakan menghadang wisatawan dari kapal pesiar. Ia menegaskan tidak ingin hal tersebut kembali terjadi dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga nama baik daerah.
Menutup sambutannya, Bupati Batu Bara mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, narkoba merupakan ancaman serius yang dapat mengakibatkan hilangnya generasi penerus bangsa apabila tidak diberantas secara kolektif.
Usai membuka secara resmi Pesta Tapai 2026, Bupati Baharuddin Siagian berkeliling meninjau seluruh pelaku UMKM yang berpartisipasi di lokasi kegiatan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung aktivitas para pedagang sekaligus mendengarkan aspirasi serta perkembangan usaha masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Batu Bara menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat serta meningkatnya penjualan para pelaku UMKM dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Para pedagang mengaku mengalami lonjakan penjualan yang signifikan. Bahkan, salah satu pedagang lemang menyebutkan bahwa jika biasanya hanya melakukan pembakaran lemang satu kali dalam sehari, pada Pesta Tapai tahun ini mereka mampu membakar hingga tiga sampai empat kali sehari guna memenuhi tingginya permintaan pembeli.
Selain meninjau, Bupati Baharuddin juga turut membeli dan mencicipi langsung berbagai produk UMKM yang dijajakan. Kehadiran dan interaksi langsung Bupati dengan para pedagang dan masyarakat menciptakan suasana hangat, akrab, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat yang merasa bangga atas dukungan nyata pimpinan daerah terhadap pelaku UMKM lokal.
