Gerindrasumut.id | TAPANULI TENGAH Jumat 16 Januari 2026 Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Tengah (Tapteng) Mahmud Efendi, bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Tapteng, PMI Sumatera Utara (Sumut), dan PMI Pusat menggelar kegiatan pembersihan lingkungan serta pengobatan gratis bagi warga terdampak bencana alam di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri,
Kegiatan kemanusiaan tersebut menyasar masyarakat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng dan PMI turun langsung ke lokasi untuk membantu percepatan pemulihan lingkungan sekaligus menjaga kesehatan warga pascabenca
Wujud Kepedulian PMI untuk Warga Terdampak
Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Tapteng menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian PMI terhadap masyarakat yang mengalami musibah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PMI terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor,” ujar Mahmud Efendi.
Kerahkan Excavator Mini dan Layanan Kesehatan
Mahmud Efendi menjelaskan, PMI mengerahkan tiga unit excavator mini untuk membersihkan permukiman warga dan mengangkat endapan lumpur yang menutup parit serta akses lingkungan.
“Pada kegiatan ini, PMI mengerahkan 3 unit excavator mini untuk membersihkan pemukiman warga, membersihkan parit dari sendimen lumpur. Pada kegiatan ini, kita mengarahkan excavator mini agar bisa menjangkau rumah masyarakat yang lokasi akses jalannya sempit,” ujarnya.
Selain pembersihan lingkungan, PMI juga membuka layanan pengobatan gratis bagi masyarakat guna mencegah munculnya penyakit pascabencana.
“Selain itu PMI juga melakukan pengobatan gratis bagi masyarakat, apalagi pascabencana ini masyarakat rentan untuk terkena penyakit,” tambahnya.
Ajak Warga Bangkit Bersama
Lebih lanjut, Mahmud Efendi menyampaikan bahwa Pemkab Tapteng bersama PMI dan para relawan terus berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap semangat dan mari bangkit bersama membangun Tapteng,” imbaunya.
