Gerindrasumut.id | BANGUN PURBA -Rabu 1 April 2026 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangun Purba berhasil melaksanakan operasi Sectio Caesarea (operasi sesar) pertama kalinya, Rabu (1/4/2026). Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang, Ny Jelita Asri Ludin Tambunan, meninjau langsung kondisi pasien pascaoperasi guna memastikan pelayanan berjalan optimal.
Pasien yang menjalani operasi adalah Mustika (23), warga Kecamatan Galang. Ia melahirkan anak keduanya melalui operasi caesar setelah usia kehamilan mencapai 41 minggu dengan kondisi bayi sungsang dan air ketuban yang sudah berkurang.
Suami pasien, Andika, menjelaskan bahwa sebelumnya istrinya dirujuk dari bidan desa ke RSUD Bangun Purba untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
“Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Rencana mau kasih namanya Sakinah,” terangnya.
Operasi caesar perdana ini ditangani oleh dr. Alfian Zunaidi Siregar, Sp.OG, dan menjadi langkah awal penting dalam peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.
“Pada prinsipnya pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dan menambah pelayanan kesehatan yang bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Bupati Asri Ludin Tambunan usai melihat pasien.
Selain memantau pasien, Bupati juga meninjau rencana pengembangan rumah sakit serta berdialog dengan tenaga kesehatan, termasuk bidan desa. Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa sistem pelayanan di RSUD Bangun Purba harus semakin responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Tenaga kesehatan diminta tidak mempersulit pasien, bahkan proaktif memastikan pasien yang membutuhkan penanganan segera dapat dijemput.
“Tujuan utama kita adalah menurunkan angka stunting, menekan kematian ibu dan anak, serta mendukung program prioritas nasional seperti penanganan TBC. Karena itu, pasien tidak boleh ditahan atau dipersulit,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar tindakan operasi caesar dilakukan murni berdasarkan indikasi medis, bukan karena faktor non-medis. Profesionalisme dan etika pelayanan, menurutnya, harus menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan medis.
Selain itu, sistem rujukan pasien diminta berjalan transparan dan bebas dari kepentingan tertentu. Ia menegaskan, rumah sakit pemerintah tidak berorientasi pada keuntungan, melainkan pelayanan maksimal bagi masyarakat.
“Kalau masyarakat merasa terbantu dan tidak perlu lagi berobat jauh, itu sudah menjadi keberhasilan,” ujarnya.
Ke depan, RSUD Bangun Purba didorong untuk memperkuat layanan dasar seperti fisioterapi, pelayanan anak berkebutuhan khusus, serta pengadaan fasilitas hemodialisa (cuci darah).
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang selama ini harus berobat ke luar daerah.
Bupati juga menekankan pentingnya penguatan layanan promotif dan preventif di tingkat puskesmas guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menargetkan peningkatan status RSUD Bangun Purba menjadi rumah sakit tipe C pada tahun 2028–2029, dengan fokus pada pemenuhan layanan dasar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Semua pelayanan harus bersih, adil, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kepercayaan masyarakat adalah hal utama,” pungkasnya.Red
