Dihadiri Mujianto, Gus Irawan dan Yayasan Buddha Tzu Chi Tanda Tangan Pembangunan Huntap Batangtoru

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | Batangtoru Senin 5 Januari 2026 Kabar terbaru pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir di Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

Pada Minggu (21/12/2025) lalu, tahap peletakan batu pertama sudah dilakukan.

Rencana pembangunan huntap bagi korban banjir Batangtoru sebanyak 227 rumah berada di Dusun Taman Sari, Hapesong Baru

Pembangunan huntap ini akan berdiri di atas lahan milik PTPN IV Regional I, Kebun Hapesong Afdeling II seluas lima hektare.

Kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel sudah melaju ke tahap selanjutnya.

Yakni, penandatangan kerja sama dengan pihak kontraktor bernama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Salah satu orang yang terlihat hadir dalam proses penandatangan huntap dari pihak Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia adalah Mujianto, konglomerat kontroversial asal Medan.

Bupati Tapsel Gus Irawan menjelaskan, pembangunan huntap bagi korban banjir di daerah aliran sungai (DAS) Batangtoru direncanakan rampung sebelum Lebaran 2025.


“Hari ini perjanjian sudah ditandatangani dengan pihak kontraktor. Meski pun kontrak perjanjiannya dalam empat bulan diselesaikan, saya berharap dua bulan sudah bisa ditempati warga sebelum Idul Fitri. Itu impian saya. Mohon doanya,” kata Gus Irawan, Senin (5/1/2026).

Target pembangunan huntap, lanjut Gus Irawan, akan dilakukan secara gotong royong dengan pihak kontraktor di lapangan.

Begitu pun, ia berharap cuaca di Batangtoru akan bersahabat selama proses pembangunan.

“Mudah-mudahan cuaca mendukung. Teman-teman optimistis bisa menyelesaikan dalam waktu dua bulan. Tapi sekali lagi jangan terpaku dengan waktu empat bulan. Kami akan mencoba melakukan percepatan agar bisa segera ditempati,” katanya.

Gus Irawan mengurai soal kemungkinan kendala yang dialami saat proses pembangunan huntap bagi warga di Batangtoru.

Seperti, kondisi jalan menuju lokasi pembangunan rawan licin dan sempit terutama ketika hujan turun.

“Apalagi kalau ketemu truk pembawa material yang pasti lalu-lalang, harus diatur karena jalannya sempit, tidak bisa berselisih jalan. Nanti akan kami lihat apa solusinya,” ujarnya.

Kondisi di Tapsel sejauh ini sedang berada di masa transisi menuju pemulihan. Masa tanggap darurat sudah berakhir pada 31 Desember 2025.

“Masa ini kami tempuh karena Tapsel tidak ada lagi desa yang terisolir, tidak ada lagi desa yang tidak dialiri listrik,” pungkas Gus Irawan.

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

IMG-20260307-WA0317
Bunda Yin Gerindra Sumut Berbagi dengan Tunanetra di PERTUNI, Momentum Imlek dan Ramadhan
Screenshot 2026-03-07 114602
Baharuddin Siagian Letakkan Batu Pertama Rumah Tahfiz di Desa Pulau Sejuk, Perkuat Pendidikan Al-Qur’an di Batu Bara
Screenshot 2026-03-07 102940
Wali Kota Padangsidimpuan Serahkan SK Perpanjangan Perjanjian Kerja kepada 259 PPPK
1000103864-94342e88-default
Safari Ramadan di Pematangsiantar, Wali Kota Wesly Silalahi Salurkan Hibah Rp30 Juta dan Santunan Anak Yatim
642978404_18439332790114334_8387169257646636045_n
Sugiat Santoso: Ramadhan Momentum Pererat Silaturahmi, DPD Gerindra Sumut Bagikan 1.000 Takjil dan 150 Sembako
WhatsApp Image 2026-03-07 at 07.31
Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup
IMG-20260304-WA0011-1536x1024
Bupati Labusel Fery Sahputra Simatupang Perkuat Sinergi dengan BNN Labura untuk Perang Melawan Narkoba
audiensi
Bupati Labuhanbatu Sambut Audiensi BNNK Labura, Dukung Pendirian BNN Kabupaten di Rantauprapat
sekretaris-komisi-b-dprd-sumut-gusmiyadi-dok-pribadi_169 (1)
Gerindra Siantar Nilai PDIP Ungkit Anggaran MBG Hanya untuk Cari Perhatian
WhatsApp Image 2026-03-06 at 12.03
Ade Jona Prasetyo: Pastikan Stok BBM Aman, Warga Medan Diminta Tidak Panic Buying
Polling