Deli Serdang Level Tertinggi Inovasi di Sumatera Utara

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | LUBUK PAKAM – Deli Serdang sudah masuk kategori Altruism, level tertinggi dalam inovasi. Altruism adalah salah satu dari empat unsur karakter dalam matriks inovasi yang bermakna bekerja dengan ikhlas tanpa harus diawasi, bertanggung jawab tanpa disuruh, disiplin tanpa diperintah.

Di tingkat Provinsi Sumatera Utara, Deli Serdang berada pada peringkat satu dengan nilai 64,02 (Inovatif) tahun 2025. Sedangkan, Kota Medan saja berada di angka 58,16. Beberapa kabupaten lain masih jauh lebih rendah.

Nilai 64,02 tersebut sudah sangat baik, hanya sedikit di bawah standar nasional, yaitu 65 (Sangat Inovatif).

“Dari pengamatan kami, Deli Serdang sudah masuk kategori Altruism, level tertinggi dalam inovasi,” kata Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN, Dr Ir David Yama MSc MA, pada Penganugerahan Inovasi Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 di Aula Cendana, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (12/12/2025).

Empat unsur karakter dalam matriks inovasi, lanjut Dr David Yama, antara lain Egois. Maknanya, tidak peduli perubahan. Kemudian, Comfort Zone, bekerja sekadarnya. Masuk kantor, minum kopi, baca koran, pulang, tiap bulan tetap gaji.

Ketiga, Change. Maksudnya, mau berubah, berani melakukan pembaruan. Dan level tertinggi, Altruism atau bekerja dengan ikhlas tanpa harus diawasi, bertanggung jawab tanpa disuruh, disiplin tanpa diperintah.

Atas dasar itu, Dr Ir David Yama MSc MA memberi apresiasi kepada Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS beserta jajaran Pemkab Deli Serdang yang telah menyelenggarakan lomba inovasi.

Pelaksanaan lomba inovasi tersebut menjadi bukti komitmen tinggi dari pemimpin daerah, baik Bupati maupun Wakil Bupati.

Inovasi, jelasnya, adalah media, cara, proses, serta alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di dalam inovasi selalu ada: perbaikan layanan, mempermudah yang rumit, memperbaharui yang sudah usang, mempercepat yang lambat, menurunkan biaya, mendigitalisasi yang sebelumnya manual, serta mereplikasi praktik baik. Bahkan, bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Namun inovasi membutuhkan komitmen. Komitmen itu tampak ketika aturan yang sebelumnya dibuat hanya satu tahun, kini menjadi lima tahun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Itu bukti kepemimpinan,” tegasnya.

Saat ini, bukan lagi era 4.0 (four point zero), tapi sudah 5.0 (five point zero) atau tren disebut kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Semuanya sudah terintegrasi, baik Cloud, One Big Data (OBD), AI, hingga layanan-layanan digital dalam satu identitas tunggal. Pun begitu, patut digarisbawahi adalah digitalisasi tidak boleh lepas dari cyber security atau keamanan siber (digital).

“Keamanan data pegawai, data pelayanan publik, data inovasi semua harus terlindungi. Kita juga tetap harus menyediakan langkah manual sebagai mitigasi. Tidak semua keadaan dapat sepenuhnya bergantung pada digital,” paparnya.

Di tahun depan, Deli Serdang sangat berpeluang besar untuk memperbaiki nilai inovasi dengan fokus pada peningkatan inovasi digital, pelibatan masyarakat dan DPRD, peningkatan hasil kreatif dan bukti dampak, serta penguatan sumber daya manusia (SDM) inovasi di OPD.

“Dengan komitmen pimpinan daerah yang kuat seperti saat ini, saya yakin Deli Serdang dapat menjadi lokomotif inovasi di Sumatera Utara, bahkan tingkat nasional,” tutupnya.

HARUS DIPATENKAN

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pengembangan Riset dan Inovasi (BPRI) USU selaku perwakilan juri Inovasi Kabupaten Deli Serdang 2025, Buchari ST MKes IPM menyarankan, agar inovasi-inovasi yang dilahirkan oleh Pemkab Deli Serdang segera dipatenkan.

Sebab, inovasi-inovasi yang diciptakan bisa membuat pelayanan publik semakin baik dan indeks kepuasan masyarakat meningkat, atau dengan kata lain inovasi berdampak.

“Karena itu, saya mengusulkan agar inovasi-inovasi di Deli Serdang juga didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)-nya. Dipatenkan, dan didaftarkan sebagai ciptaan. Dengan begitu, inovasi tersebut akan semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas,” usulnya.

Dia bahkan memuji inovasi Sistem Informasi Monitoring Pembelajaran dan Laporan Integritas Komunikasi Edukatif (Simple Link Edukatif) yang diciptakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Sibolangit.

“Saya bahkan menemukan satu inovasi dari SMPN 2, kalau tidak salah yang tampil luar biasa pada saat sesi penilaian,” ucapnya.

Buchari bahkan akan meminta izin untuk membawa model inovasi Deli Serdang untuk dijadikan percontohan di Kabupaten Langkat.

“Saya selalu menyampaikan, saya belajar dari Deli Serdang. Maka saya tidak heran, jika Deli Serdang mampu menghadirkan banyak inovasi berkualitas,” pujinya.

DINAS PENDIDIKAN JUARA 1

Untuk diketahui, inovasi Deli Serdang Mewujudkan Impian Pendidikan Murah dan Berkualitas, Sekolah Peduli Keluarga dan Anak Berkebutuhan Khusus (Demi Pemula Sepeda Bagus) yang diinisiasi Dinas Pendidikan Deli Serdang meraih juara 1 Lomba Inovasi Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025.

Berikut daftar juara Lomba Inovasi Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025:

  1. Juara I, Dinas Pendidikan Deli Serdang dengan judul inovasi Deli Serdang Mewujudkan Impian Pendidikan Murah dan Berkualitas, Sekolah Peduli Keluarga dan Anak Berkebutuhan Khusus (Demi Pemula Sepeda Bagur)
  2. Juara II, RSUD Drs H Amri Tambunan dengan inovasi Sistem Informasi Pendistribusian Obat Pasien Terintegrasi Rawat Jalan dan Rawat Inap (Si Popi Rajin)
  3. Juara III, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) dengan inovasi Sinergi Aparatur, Pemuda dan Duta Wisata (Sapa Wisata)
  4. Juara Harapan I, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dengan inovasi Mewujudkan Stabilitas, Persatuan dan Moderasi Beragama di Kabupaten Deli Serdang (Sinergitas FKUB, FKDM dan Aplikasi Siap Berbatik Deli Serdang)
  5. Juara Harapan II, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan inovasi Dukcapil Go To School
  6. Juara Harapan III, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) dengan inovasi Podcast Cakap-Cakap Di Balik Mickrofon (Cakep di Balkon)
  7. Juara Favorit, SMP Negeri 2 Sibolangit dengan inovasi Sistem Informasi Monitoring Pembelajaran dan Laporan Integritas Komunikasi Edukatif (Simple Link Edukatif).

Turut hadir di acara tersebut, Sekretaris Badan Perencanaan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Sumatera Utara, Laila Sari Lubis SE; Sekretaris Daerah (Sekda) Deli Serdang, Dedi Maswardy SSos MAP, pejabat Pemkab Deli Serdang, para juri, dan lainnya.

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

WhatsApp Image 2026-10-22 at 18.00
Deli Serdang Raih Penghargaan TPAKD Terbaik 2026 Wilayah Sumatera
Screenshot 2026-10-22 195602
Wabup Madina Saksikan Pemusnahan Barang Bukti oleh Kejari
Screenshot 2026-10-22 194414
Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Wabup Batu Bara Syafrizal Ajak Santri Perkuat Negeri Menuju Indonesia Emas
WhatsApp Image 2026-10-22 at 13.55
HSN 2026 di Deli Serdang, Santri Didorong Kuasai Ilmu dan Teknologi
Screenshot 2026-10-22 090402
Bupati Baharuddin Siagian Buka Konferensi Kerja PWI Batu Bara 2026, Dorong Jurnalis Profesional dan Berintegritas
IMG-20261021-WA0043
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso Tekankan Tiga Ranah Pendidikan di Forum Literasi Digital BNPT-FKPT Sumut
Screenshot 2026-10-21 110313
Sosialisasi Lanjutan Penataan PKL, Wali Kota Padangsidimpuan Tekankan Pendekatan Humanis dan Integritas Petugas
WhatsApp-Image-2026-10-21-at-09.20
Pemko Medan Raih Dua Penghargaan di KI Sumut Award 2026
Screenshot 2026-10-21 103314
Wali Kota Padangsidimpuan Tebar 2.000 Bibit Ikan Nila di Lubuk Larangan Aek Sipogas, Dorong Manfaat Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan
857740574_1129492143346647_6963338442027507703_n
Pemkab Madina Terima Penghargaan Kabupaten Informatif dalam KI Sumut Award 2026
Polling