Gerindrasumut.id | Sipirok Jumat 6 November 2026 – Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., bersama masyarakat melaksanakan panen jagung di lahan pertanian Kelompok Tani Cinta Damai, Lingkungan Hutaraja, Kelurahan Baringin, Kecamatan Sipirok, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperluas pemanfaatan lahan, serta memperkuat ekonomi masyarakat melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga 0 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gus Irawan menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Cinta Damai yang dinilai berhasil memanfaatkan dukungan pemerintah dan perbankan untuk mengembangkan usaha pertanian jagung. Menurutnya, keberhasilan kelompok tani tersebut merupakan bukti bahwa program pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan efektif apabila didukung pendampingan, kolaborasi, dan kepastian pemasaran hasil produksi.
“Tidak ada kebahagiaan bagi kami sebagai pemimpin selain melihat program yang digagas pemerintah benar-benar berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pada akhirnya, seluruh program ini bermuara pada satu tujuan, yaitu kesejahteraan rakyat,” ujar Gus Irawan.
Ia menjelaskan, pengembangan pertanian jagung merupakan salah satu strategi Pemkab Tapanuli Selatan dalam memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 25 November 2025. Melalui program KUR berbunga 0 persen, masyarakat diberikan kesempatan memperoleh modal usaha produktif dengan pendampingan pemerintah, mulai dari pengolahan lahan, penyediaan sarana produksi, hingga pemasaran hasil panen.
Bupati mengungkapkan, hingga saat ini program pengembangan jagung dengan fasilitas KUR 0 persen telah menjangkau sekitar 162 hektare lahan yang dikelola 81 petani. Ia berharap keberhasilan Kelompok Tani Cinta Damai dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Gus Irawan juga menekankan pentingnya optimalisasi lahan pertanian yang belum produktif. Menurutnya, masih banyak potensi lahan di Tapanuli Selatan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, termasuk melalui pola tumpang sari jagung dengan komoditas perkebunan seperti kopi dan kakao.
“Harapan saya, tidak boleh lagi ada lahan yang menganggur dan masyarakat yang terjebak dalam kemiskinan. Kita harus membuka peluang agar masyarakat memiliki akses terhadap lahan produktif, modal, pendampingan, dan pasar,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Tapanuli Selatan juga mendorong pengembangan komoditas unggulan melalui program hilirisasi kopi, kakao, dan kelapa. Pada tahun 2026, Tapanuli Selatan memperoleh 720 ribu benih kakao, sementara untuk tahun berikutnya direncanakan pengembangan lebih lanjut, termasuk melalui pola tumpang sari dengan tanaman jagung.
Dalam dialog bersama kelompok tani, Bupati turut mengapresiasi kemampuan para petani, khususnya kaum ibu, yang mampu mengembangkan usaha pertanian secara mandiri dan melakukan berbagai inovasi dalam menghadapi tantangan di lapangan. Ia juga meminta perangkat daerah terkait untuk memperhatikan kebutuhan kelompok tani, termasuk ketersediaan sarana pengairan, mesin pompa air, pupuk, dan peralatan pertanian lainnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Cinta Damai, Debora Sihombing, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Tapanuli Selatan bersama Bank Sumut melalui fasilitas KUR berbunga 0 persen tanpa agunan. Menurutnya, bantuan permodalan tersebut sangat membantu kelompok dalam mengembangkan usaha pertanian sekaligus meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga.
Debora menjelaskan, Kelompok Tani Cinta Damai mengelola lahan sekitar lima hektare yang tersebar di beberapa lokasi di Kelurahan Baringin. Sebelum memperoleh fasilitas pembiayaan KUR 0 persen, kelompok tersebut telah beberapa kali melakukan panen secara mandiri. Namun, dukungan permodalan dan pendampingan yang diberikan saat ini semakin memperkuat kemampuan mereka dalam mengembangkan usaha.
Ia juga mengapresiasi peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang selama ini mendampingi anggota kelompok, mulai dari proses budidaya hingga penanganan hama dan penyakit tanaman. Meski demikian, kelompok tani masih membutuhkan dukungan tambahan berupa mesin pompa air, pupuk organik, dan sarana pertanian lainnya untuk mengatasi kendala pengairan, terutama saat musim kemarau.
“Kami berharap program ini terus berkesinambungan karena sangat membantu masyarakat. Dengan adanya modal tanpa bunga dan pendampingan, kami bisa mengembangkan pertanian, meningkatkan pendapatan, membayar kewajiban, serta menyekolahkan anak-anak hingga meraih cita-cita mereka,” ungkap Debora.
Dukungan juga disampaikan Kepala Bank Sumut Cabang Sipirok, Ade Irma Nasution. Ia menegaskan komitmen Bank Sumut dalam mendukung program Pemkab Tapanuli Selatan melalui penyediaan akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha pertanian yang terdampak bencana.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak dengan pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, perbankan, akademisi, penyuluh pertanian, dan pelaku usaha.
“Sejak Juni 2026 hingga saat ini, dukungan pembiayaan untuk pengembangan jagung telah menjangkau lebih dari 162 hektare. Kami berharap program ini terus berlanjut dan setelah panen ini para petani kembali mengembangkan lahan dengan luasan yang lebih besar,” ujarnya.
Apresiasi terhadap program tersebut turut disampaikan Dr. Muhrina Sari Harahap, S.Hut., M.Si., dari Kementerian PPN/Bappenas. Ia menilai inisiatif Pemkab Tapanuli Selatan memiliki nilai strategis karena mengintegrasikan akses pembiayaan, pendampingan pertanian, penyediaan sarana produksi, hingga kepastian pemasaran hasil panen.
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga mencerminkan praktik pembangunan inklusif, terutama dalam memperkuat peran perempuan dan akses keuangan bagi masyarakat.
Ia berharap program tersebut dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berkelanjutan yang dapat direplikasi oleh daerah lain di Indonesia.
Melalui kegiatan panen bersama ini, Pemkab Tapanuli Selatan kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Dengan sinergi pemerintah, perbankan, penyuluh, dunia usaha, dan masyarakat, program pemberdayaan pertanian diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus mewujudkan Tapanuli Selatan yang lebih sejahtera, sejalan dengan semangat Tapsel Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, perwakilan Bappenas, Kadis Pertanian, Kepala Bappeda, HKTI Tapanuli Selatan, unsur Polres dan Polsek Sipirok, Camat Sipirok, Lurah Baringin, penyuluh pertanian, serta anggota Kelompok Tani Cinta Damai.Red
