Hari Bersejarah! Zakiyuddin Harahap Saksikan Langsung Operasi Perdana Pemasangan Ring Jantung di RSUD dr Pirngadi

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Gerindrasumut.id | Medan Jumat 6 November 2026 – Sejarah baru tercatat di RSUD dr Pirngadi Medan. Rumah sakit milik Pemko Medan ini kini memiliki fasilitas layanan kardiovaskular yang didukung peralatan kateterisasi jantung (catheterization laboratory/cath lab) bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Untuk pertama kalinya, tindakan pemasangan ring jantung dilakukan di rumah sakit tersebut.

Momen bersejarah ini disaksikan langsung Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Direktur Pelayanan Klinis Kementrian Kesehatan RI dr Obrin Parulian, Direktur RSUP H Adam Malik dr Zainal Safri, Plt Kadis Kesehatan Kota Medan Surya Syaputra dan Plt Dirut RSUD dr Pirngadi Mardohar Tambunan saat meninjau kegiatan Proctorship Intervensi Nonbedah (INB) Kardiovaskular.

Bahkan, Zakiyuddin Harahap
dapat menyaksikan secara langsung melalui monitor proses tindakan kateterisasi dan pemasangan ring terhadap seorang pasien penyakit jantung. Pengalaman tersebut menjadi gambaran nyata bahwa RSUD dr Pirngadi kini mulai memiliki kemampuan memberikan layanan penanganan penyakit jantung dengan teknologi medis yang lebih modern.

Zakiyuddin Harahap menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Kemenkes RI atas bantuan peralatan serta dukungan peningkatan kemampuan tenaga medis. Menurutnya, kehadiran fasilitas kardiovaskular ini merupakan momentum penting bagi kebangkitan pelayanan RSUD dr Pirngadi sekaligus membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan penanganan penyakit jantung di rumah sakit pemerintah daerah.

“Hari ini kita bersyukur karena untuk pertama kalinya RSUD dr Pirngadi melakukan pemasangan ring jantung. Peralatan ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan dan hari ini sudah mulai digunakan. Harapan kita, ke depan fasilitas ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan tindakan kateterisasi maupun pemasangan ring,” kata Zakiyuddin Harahap.

Ia menilai penguatan RSUD dr Pirngadi sangat penting mengingat Kota Medan merupakan salah satu pusat rujukan pelayanan kesehatan di Sumatera Utara. Pasien yang berobat ke Medan bukan hanya berasal dari dalam kota, melainkan juga berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara, bahkan dari Aceh. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap kamar rawat inap, dokter spesialis, obat-obatan dan fasilitas medis terus meningkat.

Zakiyuddin Harahap mengungkapkan, dirinya hampir setiap hari menerima keluhan masyarakat yang kesulitan memperoleh kamar perawatan maupun mendapatkan pelayanan dokter. Karena itu, ia meminta manajemen RSUD dr Pirngadi menjadikan peningkatan kualitas pelayanan sebagai prioritas utama. Menurutnya, rumah sakit pemerintah harus mampu memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan kemampuan ekonomi.

“Orang kaya dan orang miskin kalau sakit jantung, sakitnya sama. Tidak ada bedanya. Karena itu, pelayanan kesehatan juga harus diberikan dengan baik dan adil. Jangan sampai masyarakat masih kesulitan mendapatkan kamar, dokter maupun obat-obatan. Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak tanpa harus menghubungi pejabat terlebih dahulu,” tegasnya.

Selain peningkatan fasilitas medis, Zakiyuddin Harahal juga menyoroti perlunya pembenahan menyeluruh terhadap RSUD dr Pirngadi. Dengan luas kawasan hampir empat hektare dan kapasitas sekitar 600 tempat tidur, menurutnya, masih terdapat sejumlah bangunan dan ruangan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, ada bangunan yang penggunaannya dinilai belum sesuai kebutuhan pelayanan rumah sakit.

Ia meminta agar pengembangan rumah sakit dilakukan berdasarkan master plan yang jelas dan terintegrasi. Pembangunan fisik, katanya, tidak boleh sekadar mengejar bertambahnya gedung, tetapi harus benar-benar menjawab kebutuhan pelayanan pasien. Setiap fasilitas yang dibangun harus dipastikan dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ini bukan soal membangun gedung sebanyak-banyaknya atau membuat bangunan yang megah. Yang paling penting adalah manfaatnya. Kalau memang tidak dibutuhkan, jangan dibangun. Kita harus punya master plan sehingga semua tertata dan terencana. Jangan sampai gedung sudah dibangun dengan biaya besar, tetapi akhirnya tidak digunakan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), mulai dari dokter, perawat hingga seluruh petugas pelayanan. Menurut Zakiyuddin Harahap, kemajuan rumah sakit tidak cukup hanya ditentukan oleh kelengkapan alat dan kemegahan bangunan, tetapi juga kebersihan, kedisiplinan, keramahan serta profesionalisme tenaga kesehatan dalam melayani pasien.

Zakiyuddin berharap RSUD dr Pirngadi mampu meningkatkan daya saing pelayanan dengan rumah sakit swasta maupun menjadi alternatif bagi masyarakat yang selama ini memilih berobat ke luar negeri, khususnya Malaysia. Untuk itu, berbagai kendala tata kelola, ketersediaan tenaga spesialis, peralatan dan pelayanan harus dibenahi secara bertahap, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Zakiyuddin mengingatkan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat tidak boleh hanya berorientasi pada pengobatan ketika seseorang sudah jatuh sakit. Puskesmas di seluruh Kota Medan diminta lebih aktif memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat dan pencegahan penyakit, terutama bagi masyarakat di wilayah yang masih minim mendapatkan informasi kesehatan.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kementrian Kesehatan RI dr Obrin Parulian, menjelaskan bahwa dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan layanan kardiovaskular di RSUD dr Pirngadi tidak hanya berupa bantuan alat cath lab dan perangkat pendukung, tetapi juga mencakup pendidikan serta pelatihan bagi dokter dan perawat. Pendampingan melalui kegiatan proctorship tersebut dilakukan untuk memastikan tenaga medis memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan kateterisasi jantung.

Dengan hadirnya fasilitas dan peningkatan kompetensi tenaga medis ini, RSUD dr Pirngadi diharapkan semakin mampu memperluas akses pelayanan penyakit jantung bagi masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi awal pembenahan rumah sakit agar tidak hanya memiliki fasilitas yang lebih lengkap, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau dan merata.Red

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

WhatsApp Image 2026-11-06 at 16.22
Panen Jagung Kelompok Cinta Damai, Gus Irawan Perkuat Ekonomi Petani Lewat KUR 0 Persen
Screenshot 2026-11-06 215203
Antisipasi Banjir Akhir Tahun, Bupati Maya Hasmita Tinjau Sejumlah Titik Rawan di Labuhanbatu
WhatsApp Image 2026-11-06 at 21.41
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Bimtek Nasional ASWAKADA di Kalbar
WhatsApp Image 2026-11-06 at 16.38
Pemkab Deli Serdang–Polda Sumut Sinergikan Jumat Asri dan Green Policing untuk Rawat Lingkungan
Screenshot 2026-11-06 212835
Pemkab Karo Peringati Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026: “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”
20261106-184245_rusydi-nasution-aspirasi-rakyat-bukan-sekadar-didengar-harus-dikawal-hingga-terealisasi
Rusydi Nasution: Aspirasi Rakyat Bukan Sekadar Didengar, Harus Dikawal hingga Terealisasi
Screenshot_20261106_192231_Instagram
Hari Bersejarah! Zakiyuddin Harahap Saksikan Langsung Operasi Perdana Pemasangan Ring Jantung di RSUD dr Pirngadi
Screenshot 2026-11-06 095344
Soal Penyadapan Prabowo, Wakil Ketua DPRD Simalungun : Kader Gerindra Bersama Presiden
WhatsApp Image 2026-11-05 at 18.44
Wujud Kepedulian Nyata, Bupati Karo Serahkan Bantuan Logistik dan Pastikan Penanganan Optimal Bagi 166 Warga Terdampak Banjir Bandang di Lau Baleng
WhatsApp Image 2026-11-03 at 00.18
Percepat Penataan Kota Kawasan Heritage Jalan Asahan, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Bersama OPD Terkait Meninjau Langsung Lokasi dan Bertemu Para Pengusaha
Polling