75 Tahun Prabowo: Menjaga Kedaulatan, Menjemput Kesejahteraan Rakyat

Share :

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print

Sugiat Santoso Politisi dan Penulis

Gerindrasumut.id | Jakarta Sabtu 17 Oktober 2026 – PRESIDEN Prabowo Subianto hari ini tepat berusia 75 tahun. Sosok pemimpin yang mendedikasikan seluruh hidupnya berjuang dan mengabdi untuk Indonesia. Prabowo lahir pada 17 Oktober 1951 dari keluarga yang memiliki wawasan terbuka dengan perpaduan akademisi, intelektual, dan teknokrat. Ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo merupakan dosen ekonomi di Universitas Indonesia yang pernah menjabat menteri di dua era kepresidenan, yaitu Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.

Sementara ibunya, Dora Marie Sigar merupakan perempuan terdidik berwawasan luas yang pernah mendapatkan pendidikan di Utrecht, Belanda.

Selain itu, kakek Prabowo dari garis keturunan ayahnya, Margono Djojohadikusumo merupakan teknokrat andal yang berandil besar dalam mendirikan Bank Nasional Indonesia (BNI) sekaligus salah satu anggota Badan Persiapan Usaha Penyelidikan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Sementara, kakek dari garis keturunan ibunya, Phillip Frederik Laurens Sigar pernah menjabat sebagai anggota Volksraad dan dewan kota (Gemeenteraad) di Manado, Sulawesi Utara.

Kombinasi DNA pejuang, cendekiawan dan patriotisme yang mengalir di dalam tubuhnya ini pula yang membentuk jati diri Prabowo Subianto sebagai pribadi yang tangguh. Tidak hanya itu, pengalaman dari anak-anak hingga remajanya yang berpindah-pindah dari Singapura, Hongkong, Malaysia, Swiss dan Inggris membuatnya menjadi sosok yang terbuka. Saat beranjak dewasa, Prabowo banyak berdiskusi dengan Soe Hok Gie yang merupakan tokoh aktivis tahun 1966. Antara Prabowo dan Gieterjalin persahabatan erat. Dalam bukunya berjudul “Catatan Seorang Demonstran”, Gie beberapa kali menyebut nama Prabowo dengan sebutan Bowo yang dikenalnya sebagai sosok muda yang cerdas, cepat tanggap, dan memiliki rasa cinta tanah air.

Menjaga Kedaulatan Satu kata kunci yang bisa menjelaskan sosok Prabowo adalah kedaulatan. Komitmennya dalam menjaga kedaulatan merupakan perjuangan sepanjang hidupnya. Rekam jejak kariernya sebagai seorang prajurit TNI, pengusaha dan pemimpin partai politik menjadi satu rangkaian yang membentuk pola kepemimpinnya sebagai Presiden RI. Karier militer Prabowo berlangsung selama 24 tahun, sejak ia lulus dari AKMIL dengan pangkat Letnan Dua pada 1974 hingga menutup karier di tahun 1998 dengan pangkat Letnan Jenderal. Berbagai penugasan dalam memimpin satuan, teritorial hingga operasi khusus melengkapi rekam jejak kepemimpinannya di medan tugas militer.

Selama lebih dari dua dekade mengabdikan diri, Prabowo dikenal sebagai prajurit yang tangguh dan disiplin. Kepemimpinannya ditempa tidak hanya lewat teori, tapi juga pengalaman di lapangan sebagai anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Pada tahun 1995, Prabowo dipercaya menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus dengan keberhasilan memimpin misi penting Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma di Papua. Ada pun puncak karier keprajuritan Prabowo ketika ia dipercaya menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) tahun 1998. Pengalamannya ini membentuk pandangan strategis Prabowo terkait pertahanan nasional yang kuat dalam menjaga kedaulatan NKRI. Pascapurna tugas dari TNI, Prabowo beralih menjadi seorang pengusaha dengan membangun dan mengembangkan bisnisnya sendiri.

Modal utamanya saat itu adalah integritas serta dedikasi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi. Melalui usahanya di bidang perkebunan, energi, hingga pabrik pengolahan kertas, ia berhasil membuka sedikitnya 10.000 lapangan pekerjaan. Berbekal ilmu manajemen, keuletan, dan jaringan, baik dalam maupun luar negeri yang ia bangun selama bertahun-tahun, Prabowo bertransformasi menjadi pengusaha sukses.

Baginya, kesuksesan tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh, melainkan juga dari dampaknya bagi masyarakat luas serta penguatan ketahanan ekonomi nasional. Setelah merasa mapan secara ekonomi, Prabowo memutuskan terjun ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Golkar. Di partai ini, ia sempat mengikuti Konvensi Calon Presiden, tetapi kalah dari Wiranto yang kemudian diusung pada Pilpres 2004. Kala itu, Partai Golkar dihuni oleh banyak tokoh besar seperti Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, hingga Surya Paloh. Hal ini membuat “antrean” untuk maju pada Pilpres 2009 menjadi sangat panjang. Dari pengalaman tersebut, Prabowo menyadari pentingnya memiliki kedaulatan politik sendiri. Pada 6 Februari 2008, ia bersama para tokoh nasional mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Dengan dedikasi tinggi, ia membangun dan membesarkan Partai Gerindra hingga berhasil meningkatkan perolehan suara dan kursi parlemen dari satu pemilu ke pemilu berikutnya. Lewat Partai Gerindra pula, Prabowo berkontestasi dalam empat kali pemilihan presiden: sebagai Cawapres pada Pilpres 2009, serta Capres pada Pilpres 2014, 2019, dan 2024. Meski tiga kontestasi awal berakhir dengan kekalahan, pada Pilpres 2024 ia akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2024–2029.

Pembelajaran paling berharga dari sosok Prabowo adalah komitmen dan keteguhannya terhadap kedaulatan berdemokrasi melalui panjangnya perjuangan politik.

Menjemput Kesejahteraan Rakyat Prabowo memiliki cita-cita besar untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Impian ini telah tertanam sejak ia masih muda. Oleh karena itu, dalam setiap tahapan perjalanannya, ia tidak pernah lelah berjuang meski harus menerima kenyataan beberapa kali mengalami kekalahan dalam pemilu. Dedikasi terhadap kesejahteraan rakyat menjadi elemen utama dalam cita-cita politiknya, yakni terwujudnya kondisi saat seluruh rakyat Indonesia terpenuhi kebutuhan dasarnya, mulai dari pangan, layanan kesehatan, hingga pendidikan yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kebijakan di era pemerintahan Prabowo mengarusutamakan program kerakyatan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Bagi Prabowo, keadilan harus dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Anak-anak yang lahir dari keluarga kurang mampu pun harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan demi mengubah nasib mereka. Dengan kata lain, Prabowo menempatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa.

Sebab, kemandirian suatu bangsa harus didahului oleh kesejahteraan rakyatnya. Ketika rakyat sudah sejahtera, bangsa Indonesia dapat melangkah maju menuju kemandirian di berbagai bidang seperti pangan, ekonomi, teknologi, dan politik sehingga tidak mudah didikte oleh negara lain. Meski demikian, harus diakui bahwa jalan untuk mewujudkan cita-cita kebangsaan ini tidak selalu mudah. Berbagai tantangan hadir bertubi-tubi, mulai dari gelombang protes dan demonstrasi besar-besaran, isu integritas dalam kabinet, persoalan stabilitas keamanan, rentetan bencana alam, hingga tekanan ekonomi akibat dinamika geopolitik global. Pada akhirnya di usianya yang ke-75 tahun, seluruh perjalanan hidup Presiden Prabowo bukan hanya tentang kemenangan dalam kontestasi elektoral, tapi satu perjuangan menuju kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.

Perjalanan serta jalan yang akan ditempuh tidak pernah ringan. Dibutuhkan komitmen dan konsistensi dalam membawa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, adil, makmur, dan berdikari. Selamat ulang tahun ke-75, Presiden Prabowo Subianto. Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter, tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan ini. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Baca Lainnya

Tulis Komentar

Berita Terbaru

6ad2ccd06ed99
75 Tahun Prabowo: Menjaga Kedaulatan, Menjemput Kesejahteraan Rakyat
Screenshot 2026-10-17 110349
Wabup Madina Apresiasi Polisi dan BNNK Gagalkan Peredaran Narkoba, Minta Operasi Vape
WhatsApp Image 2026-10-17 at 10.15
Rayakan HUT Prabowo Subianto, Ronggur Simorangkir dan Muhammad Iskandar Berbagi dengan Anak Yatim di Binjai
Screenshot 2026-10-17 105633
Bupati Karo Sampaikan Perubahan Kedua Propemperda 2026 dan Usulkan 19 Ranperda untuk Tahun 2027
WhatsApp Image 2026-10-17 at 10.15
Rayakan HUT Prabowo, Ronggur Simorangkir Bersama GMD Sumut Bagikan Masker dan Nasi Kotak kepada Warga
WhatsApp Image 2026-10-17 at 10.15
Sambut HUT ke-75 Prabowo, Ronggur Simorangkir Bersama GMD Sumut Silaturahmi dan Berdoa ke Tuan Guru Besilam
IMG-20261016-WA0133
Kabut Asap, Pemkot Sidimpuan Tunda Rangkaian Kegiatan HUT ke-25
IMG-20261016-WA0074
Dimulai dari Diri Sendiri, Sampah Adalah Urusan Bersama
IMG-20261016-WA0231-4116813628
Buka Kick-Off Meeting Kemendagri, Wabup Mahmud Efendi Tegaskan Penegasan Batas Desa Kunci Utama Pembangunan Tapteng
Screenshot 2026-10-16 145718
DPC Gerindra Humbahas Fasilitasi Musyawarah Warga Parlilitan, Utamakan Perdamaian dan Pemulihan
Polling