Gerindrasumut.id | Deli Serdang Sabtu 12 September 2026 – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menghadiri Launching Tanam Bawang di Pesantren Al Hidayah, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Perwakilan Densus 88 Sumut, Kepala Dinas Pertanian Deli Serdang Elinasari Nasution, serta ulama Sumatera Utara KH Zulfikar Hajar.

Sugiat menyambut positif program penanaman bawang yang dilakukan Pesantren Al Hidayah. Menurutnya, pesantren tidak hanya memiliki peran dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian
Saya mendukung penuh program penanaman bawang ini. Kita berharap hasilnya nanti bisa membantu memenuhi kebutuhan bawang, khususnya di Sumatera Utara,” kata Sugiat, Sabtu (12/9/2026).
Dia mengatakan, penguatan sektor pertanian merupakan bagian penting dari agenda besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ketahanan pangan nasional.
Menurut Sugiat, ketahanan pangan harus dimulai dari kemampuan daerah dan masyarakat untuk memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri. Dengan begitu, Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah maupun impor.
“Program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo ini harus kita dukung bersama. Ketahanan pangan bukan hanya soal bagaimana pangan tersedia, tetapi bagaimana kita mampu memproduksinya sendiri, menjaga ketersediaannya dan memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar anggota DPR dari Fraksi Gerindra ini.
Sugiat menilai penanaman bawang menjadi salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan. Terlebih, bawang merupakan salah satu komoditas yang memiliki kebutuhan tinggi di tengah masyarakat.
“Kalau kebutuhan bawang kita bisa penuhi dari hasil produksi sendiri, ini tentu menjadi salah satu kunci sukses program ketahanan pangan. Kita ingin Sumatera Utara tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi daerah penghasil,” tuturnya.

Dia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, produktivitas pertanian harus diikuti dengan pendampingan, penguatan sumber daya manusia, hingga akses pemasaran agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Pada akhirnya, semua program pemerintah harus bermuara pada kemakmuran masyarakat. Karena itu, kita harus memastikan program ketahanan pangan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Sugiat juga mengapresiasi Pesantren Al Hidayah yang ikut mengambil peran dalam program tersebut. Dia menilai keterlibatan pesantren dalam sektor produktif dapat menjadi contoh bahwa lembaga pendidikan keagamaan juga mampu berkontribusi terhadap persoalan ekonomi dan ketahanan pangan.
Untuk diketahui, Pesantren Al Hidayah Deli Serdang berada di bawah pimpinan Ustadz Khoirul Ghazali, mantan narapidana terorisme (napiter). Pesantren tersebut kini menjalankan berbagai kegiatan produktif sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
