Gerindrasumut.id | Padangsidempuan Rabu 29 Juli 2026 – Terbatasnya akses transportasi udara masih menjadi salah satu tantangan yang menghambat percepatan investasi, mobilitas masyarakat, serta daya saing ekonomi di kawasan Pantai Barat Sumatera Utara. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Padangsidimpuan menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan Bandara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, termasuk mendorong reaktivasi rute penerbangan langsung Sibolga (FLZ)–Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) sebagai langkah strategis membuka konektivitas nasional.
Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, saat menghadiri Focused Group Discussion (FGD) Marsiadapari Business Forum yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga di Graha Aulia BI Sibolga, Selasa (28/7/2026).
Mengusung tema “Potensi Reaktivasi Penerbangan Sibolga–Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) sebagai Katalis Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Pantai Barat Sumatera Utara”, forum yang dibuka Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, menjadi ruang sinergi pemerintah, regulator, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah konkret memperkuat konektivitas kawasan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi regional.
Dalam forum tersebut dipaparkan bahwa Bandara Dr. Ferdinand Lumban Tobing memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gerbang udara Pantai Barat Sumatera Utara. Konektivitas yang lebih baik diyakini akan mempercepat arus investasi, memangkas biaya dan waktu perjalanan, memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, serta mendukung pengembangan sektor unggulan daerah seperti pariwisata, perikanan, pertanian, agroindustri, dan UMKM.
Manfaat tersebut akan dirasakan secara luas oleh masyarakat di Kota Padangsidimpuan, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal hingga Padang Lawas yang selama ini membutuhkan akses transportasi yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional.Red
